Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Upaya Seniman Muda Blitar Jaga Eksistensi Wayang Orang di Tengah Gempuran Globalisasi

M. Subchan Abdullah • Selasa, 7 November 2023 | 15:30 WIB
BANGGA: Vicky Krisna Setiawan memerankan wayang orang saat tampil di pentas seni beberapa waktu lalu.
BANGGA: Vicky Krisna Setiawan memerankan wayang orang saat tampil di pentas seni beberapa waktu lalu.

BLITAR - Wayang orang adalah kesenian tradisional yang kini terus dijaga kelestariannya. Terlebih, di era modern yang serba teknologi. Menjaga eksistensi wayang orang merupakan cara warga negara Indonesia untuk menghargai warisan budaya leluhur terdahulu. Seperti yang diupayakan seniman muda asal Blitar.

Tidak sedikit remaja generasi kini sadar bahwa kesenian wayang orang perlu dijaga eksistensinya. Hal itu seperti yang terlihat di sanggar seni Patrialoka. Cukup banyak remaja yang bergabung di sanggar seni.

Hal itu diungkapkan Vicky Krisna Setiawan, salah satu penari di sanggar tersebut. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), pemuda 22 tahun ini suka dengan seni. Salah satunya seni tari.  

Di samping karena kecintaan terhadap dunia seni tari, juga sebagai cara untuk melestarikannya. Kini, dia mulai mendalami kesenian wayang orang.

"Ya, saya bergabung dengan sanggar seni Patrialoka Blitar sejak 1 SMP karena saya suka tari," kata Vicky Krisna Setiawan ditemui di rumahnya, Selasa (7/11/2023).

Dia tertarik menggeluti kesenian wayang orang karena di dalamnya terdapat sejumlah unsur seni lainnya. Selain seni tari, juga ada seni musik dan seni karawitan. Untuk menarik peminat wayang orang, Vicky memainkan wayang dengan bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami oleh penonton.

"Ini bagian dari strategi sanggar dalam mengembangkan wayang orang. Yakni, berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia supaya dimengerti masyarakat luas. Meski begitu, tetap ada bahasa Jawa halus," katanya.

Kini, tidak semua anak muda mengerti bahasa Jawa. Baik itu Jawa ngoko, krama, maupun krama inggil. Karena itu, demi menarik minat penonton perlu adanya strategi dalam pementasan wayang orang.

Strategi yang dilakukan adalah dengan mengkombinasikan bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa halus ketika berdialog. Dengan begitu memudahkan penonton untuk memahami makna cerita yang dipertunjukkan.

Sanggar yang dibuka untuk umum ini telah mempunyai murid sebanyak 300 orang. Mulai dari usia 8-35 tahun dengan potensi masing-masing murid.

Dalam sekali pertunjukan wayang orang, durasi bermain bisa mencapai dua hingga tiga jam. Jumlah orang yang terlibat membutuhkan 80 orang. Terdiri dari kru panggung, penari, dan pengiring alat musik.

Baca Juga: Kemeriahan 2nd Bale Latar Fest 2023, Disbudpar Kota Blitar Suguhkan Seni-Budaya Khas Kota Blitar

"Memasukkan unsur jaranan adalah salah satu cara untuk menarik antusias penonton," tutur mahasiswa semester VII jurusan seni tari di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Ya, seni jaranan merupakan seni yang disukai sebagian besar masyarakat Blitar. Kondisi itupun dimanfaatkan oleh sanggar untuk menarik minat penonton. Menambahkan sedikit tarian jaranan saat pagelaran wayang orang menjadi daya tarik tersendiri.

Tema wayang orang yang dibawakan umumnya tentang kisah Ramayana dan Mahabarata. Sementara itu, tema yang ditampilkan juga bisa menyesuaikan permintaan tuan rumah.

“Seperti saya besok (hari ini, Red) tampil di Surabaya memainkan wayang orang dengan tema ‘Membangun Semangat Anak Muda’. Di situ saya berperan sebagai karakter Abimanyu yang memiliki karakter semangat,” bebernya.

Vicky berpesan kepada generasi muda untuk tetap cinta terhadap seni dan budaya sendiri. Sebab, generasi muda merupakan pewaris dari seni dan budaya.

”Terlebih kesenian wayang harus tetap dicintai, dilestarikan, dan dikembangkan agar semakin mendunia,” pungkasnya. (mdr/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#seni wayang #wayang orang #seniman blitar #seniman muda blitar #Hari Wayang Dunia #seni tari