Alunan musik alternatif bernuansa romantis menjadi daya pikat dari band Sutter. Band yang digawangi lima anak muda asal Tulungagung ini berhasil menciptakan lima single lagu dalam minialbum yang bertajuk That’s What I Want. Belasan panggung pun berhasil ditaklukkan band yang terbentuk pada 2019 lalu tersebut.
MATLAUL NGAINUL AZIZ, Kota, Radar Tulungagung
Perkembangan musik di Tulungagung memberikan warna tersendiri dalam kancah musik nasional. Salah satunya, musik yang diciptakan lima pemuda kreatif asal Tulungagung yang bernama Sutter. Kini, minialbum dari band satu ini telah didengar puluhan ribu pendengar di platform digital.
Vokalis dari band Sutter, Arman Riansyah mengatakan, terbentuknya grup band ini bermula dari pertemanan dari warung kopi di Tulungagung. Hasratnya dalam bermusik pun menjadi dorongan untuk membentuk sebuah grup band.
Sebelumnya, dia sempat tergabung dalam sebuah band di Tulungagung beraliran metal dan blues hingga memutuskan untuk membentuk band dengan aliran alternatif romantis.
“Ya awalnya dulu sudah punya band metal sama blues, tapi karena satu dua hal lain, akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah band sendiri dengan aliran alternatif,” jelasnya Selasa (7/11/2023).
Alunan musik yang menerjemahkan perasaan sakit hati ini pun digarap dengan indah oleh band satu ini. Dentuman drum, melodi gitar, dan kibor elektronik berpadu dengan harmonisasi lirik dalam lima lagu yang diciptakan band Sutter asal Tulungagung ini.
Proses kreatif untuk menciptakan karya pun cukup unik. Bahkan, Arman -sapaan akrab pria tersebut- pun telah menciptakan satu lagu berjudul Full Moon sebelum grup nand tersebut terbentuk.
“Jadi waktu itu saya dibantu sama Mas Febri saat proses penciptaan lagu. Dapat chord-nya dulu, baru liriknya dibantu sama Mas Febri. Itu sebelum band Sutter terbentuk sudah ada lagu Full Moon,” ucapnya.
Band ini digawangi pemuda-pemuda asli Tulungagung ini, yakni Arman Riansyah di vokal, Mahfud N Hasan di kibor, Bayu Eka Putra di gitar melodi, Hendrawan Ardianto di drum, dan Titan Putra di bas gitar.
Meski sempat gonta-ganti personel, kekompakan pada band satu ini begitu terasa lantaran kedekatan antarpersonelnya.
“Ya harus saling mengerti satu sama lain. Apalagi, di usia ini ada hal yang tidak bisa untuk saling egois, misalnya masalah ekonomi. Jadi harus dibagi dan saling komunikasi saja agar bisa saling mengerti satu sama lain,” paparnya.
Kini, band Sutter telah memiliki lima lagu yang dimasukkan dalam minialbum bertajuk That’s What I Want. Pada album tersebut berisi lagu antara lain Beri Waktu, Moonlight, You Don’t Be Love, That’s What I Want, dan Seandainya.
Bahkan, lagu-lagu karya Sutter ini telah didengarkan puluhan ribu pendengar di platform digital. “Sekarang sudah punya minialbum bertajuk That’s What I Want berisi 5 lagu. Ada 2 lagu berbahasa Indonesia dan 3 lagu berbahasa Inggris. Ternyata lebih susah membuat lagu bahasa Indonesia,” tutupnya. (*/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah