Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Push Bike Bisa Digunakan Terapi, Ini Pengaruhnya Terhadap Anak

Zaki Jazai • Minggu, 24 Desember 2023 | 13:00 WIB

JANGAN TAKUT : Salah satu anak-anak di Trenggalek yang saat ini rutin bermain push bike karena berpengaruh positif bagi berkembang psikologis.
JANGAN TAKUT : Salah satu anak-anak di Trenggalek yang saat ini rutin bermain push bike karena berpengaruh positif bagi berkembang psikologis.

TRENGGALEK - Masa anak-anak adalah masa bermain, yang mana merupakan masa keemasan untuk bermain. Sehingga tidak ada salahnya jika mereka diarahkan untuk melakukan permainan yang bermanfaat seperti mencoba push bike.

Hal tersebut terjadi lantaran bermain push bike atau balance bike berpengaruh positif pada aspek psikologis, terutama sosial emosi anak dibanding sepeda roda tiga. Selain itu bisa digunakan terapi penyakit tertentu khususnya pada kaki.

"Belajar dan bermain pushbike mempunyai banyak manfaat dibandingkan sepeda roda tiga karena membutuhkan koordinasi otot yang berpengaruh pada kekuatan dan kekuatan ini akan berpengaruh pada aspek psikologis, terutama sosial emosi anak," ungkap salah satu penggiat push bike di Trenggalek Dhiyan Purwo.

Sebab dengan belajar push bike anak akan lebih mudah menggerakkan kemampuan otot kaki dalam bersepeda, sehingga relatif bisa dan tumbuh rasa percaya diri.

Ditambahkan, sepeda tersebut bisa dipakai pada jalan tanah (offroad) selama kaki anak masih kuat. Sehingga dengan belajar push bike anak akan bisa mengembangkan aspek kognitif atau kemampuan berpikirnya.

"Dengan aktivitas push bike anak akan punya kesempatan untuk menjelajah, menuruti rasa ingin tahunya, sehingga punya waktu untuk mengeksplorasi wawasan terutama dengan lingkungannya," katanya.

Itu dibuktikan ketika dirinya mengajari bermain push bike kepada sang keponakan. Saat itu tulang kaki keponakannya tersebut kurang kuat. Akibatnya ketika berjalan terlihat kurang sempurna.

Setelah diarahkan untuk belajar push bike, sedikit - sedikit ada perubahan pada kaki sang keponakan tersebut, dan lebih kuat. Dari situ ketika berjalan terlihat normal seperti anak seumuran, hingga lebih percaya diri dalam menghadapi suatu tantangan.

Itu terlihat karena kondisi keponakan yang telah membaik tersebut, dia sering kali mengikuti lomba push bike. Dari situ sering kali meraih juara pada beberapa perlombaan yang diikutinya.

“Jadi selain menyehatkan push bike juga bisa digunakan untuk terapi, seperti yang dialami pada keponakan saya itu. Semoga ini bisa jadi motivasi bagi orang tua lainnya untuk mengarah anaknya ke push bike, “jelas pria yang juga sebagai penggiat sepeda gunung di Trenggalek tersebut.***

Editor : Luqman Hakim
#psikologis #trenggalek #psikologis anak #push bike anak #Push Bike