TRENGGALEK - Pemerintah terus berupaya untuk melestarikan budaya daerah. Salah satu cara yang dilakukan, melalui gelaran event bergengsi. Yakni bertajuk Duta Budaya.
Nah, para peserta merupakan perwakilan daerah yang selanjutnya diseleksi secara ketat. Hal tersebut menjadi kesempatan emas bagi para pemuda, salah satunya seperti Findy Eka Saputri yang ambil bagian dalam pemilihan Duta Budaya.
Kepada Jawa Pos Radar Trenggalek, wanita yang akrab disapa Findy tersebut mengaku lebih bergairah untuk mengikutinya. Sebab, baginya budaya asli daerah perlu dilestarikan. Termasuk dalam hal berbahasa. Selain Bahasa Indonesia, Findy juga lebih serius belajar Bahasa Jawa.
"Untuk persiapannya, mempelajari budaya yang ada di Trenggalek," ujarnya.
Wanita ramah itu mengaku, untuk belajar budaya daerah sendiri, tak sekadar dengan banyak membaca buku ataupun bertanya langsung kepada narasumber berkompeten.
Namun juga memanfaatkan media sosial (medsos). Nah, saat lomba dimulai, dia tidak canggung mengulas potensi dan kekayaan budaya di Trenggalek. “Ini ilmu baru untuk saya," katanya.
Hal lain yang membuat Findy semangat dalam ajang tersebut, yakni berkesempatan menjalin silaturahmi dengan banyak orang. Dengan begitu, bisa memiliki banyak relasi dan bermanfaat bagi masa depan.
Ditambahkan juga melatih pengetahuan, wawasan kebahasaan dan kesastraan, hingga tentang soft skill seperti public speaking yang dimilikinya.
"Semoga adanya duta wisata kakang mbakyu ini di trenggalek, teman-teman tentunya anak muda Trenggalek lebih tau bahwa Trenggalek itu ada dengan segala potensinya dan bisa dipresentasikan dan dikenalkan baik provinsi maupun nasional," ungkap warga Desa Ngulankulon, Kecamatan Pogalan tersebut. (bim/jaz)
Editor : Luqman Hakim