KEDIRI - Profesi make-up artist (MUA) kini menjadi mata pencaharian yang menjanjikan. Rosalia Zessyca Ekaristi mulai menekuni profesi ini sejak empat tahun yang lalu. Hingga kini, skill-nya kian terasah.
Hal mendasar untuk menjadi MUA adalah bakat dan tekad. Untuk memulainya, dia mengatakan, harus didasari dengan hati tulus dan kemauan kuat. Apalagi sejak kecil, perempuan yang terkenal dengan panggilan Zessyca ini memang sudah hidup berdampingan di bidang kecantikan. Sebab, sang ibunya merupakan salah satu MUA di Kediri.
Mengawali bisnis di tahun 2019, Zessyca Wedding Galery yang berlokasi di Perumahan Green Pare Residence 5 Blok D-9, kini memiliki pasar yang luas hingga luar Kota Kediri.
“Mulainya baru di tahun 2019. Sebenarnya sejak remaja sama ibu sudah disuruh belajar make-up. Tapi karena saat itu belum ada keinginan, ya masih belum mau belajar,” ungkapnya.
Bagi Zessyca, usia remaja masih ingin mencari jati diri. Mau dan ingin seperti apa nantinya, masih belum terpikirkan. Termasuk untuk terjun ke dunia kecantikan seperti orang tuanya.
Lulus SMA, Zessyca memilih untuk berkarier di salah satu rumah sakit yang berada di Surabaya. Beberapa tahun berkarier di sana, dia akhirnya memutuskan resign dari pekerjaannya dan bertekad meneruskan bisnis yang dibangun keluarganya sejak 1993.
“Ikut ibu rias, dari situlah mulai belajar make-up lewat tutorial YouTube. Dan untuk mematangkan skill, ambil kursus. Setelah beberapa kali saya belajar, akhirnya mulai berani make-up pengantin,” terang perempuan 30 tahun ini.
Hasil goresan tangannya dalam merias wajah memang tak bisa dianggap remeh. Apalagi, Zessyca memiliki ciri khas Barbie look yang flawless dan selalu berhasil menjadikan wajah setiap kliennya semakin cantik dan menawan.
"Kita itu mainnya di kualitas. Dengan harga segitu, klien bisa tahu dan merasakan sendiri perbedaannya. Kalau untuk make-up regular, kita mulai dari Rp 400 ribuan. Sedangkan untuk make-up wedding, kita mulai Rp 7 jutaan," tuturnya.
Dia menekankan, apabila seseorang ingin berkecimpung di dunia tata rias harus dimulai dari hati. Jika sudah punya niat kuat, harus terus belajar mengasah kemampuan dan selalu up-to-date dengan tren make-up.
“Makanya saya sampai sekarang pun masih terus belajar. Karena tren make-up selalu berubah-ubah, kita harus bisa menguasainya,” katanya.
Bagi Zessyca, menjadi perias tak harus membuat orang yang dirias manglingi. Tapi bagaimana bisa membuat orang yang dirias bisa terlihat cantik. “Dan kami juga harus bisa menelaah jenis wajah klien dan keinginan klien seperti apa,” tandasnya. (meg/c1/wen)
Editor : Intan Puspitasari