Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Sukses Wendra Tri Santoso, Pelatih Bulu Tangkis Asal Kabupaten Tulungagung yang Miliki Lisensi BWF Level II

Mukhamad Zainul Fikri • Rabu, 31 Januari 2024 | 22:10 WIB

 

Wendra Tri Santoso bersama anak didiknya.
Wendra Tri Santoso bersama anak didiknya.

TULUNGAGUNG - Wendra Tri Santoso menjadi salah satu pelatih bulu tangkis di Kabupaten Tulungagung yang berlabel lisensi Badminton World Federation (BWF) level II.

Ratusan atlet muda Tulungagung cabang olahraga (Cabor) Bulu tangkis, telah ditelurkan oleh pria asal Desa Serut, Kecamatan Boyolangu tersebut.

Dunia Wendra Tri Santoso memang tidak pernah jauh dari olahraga bulutangkis. Sejak kecil, bahkan sebelum sekolah formal, dia sudah dikenalkan oleh orang tuanya dengan olahraga yang menggunakan raket dan shuttlecock sebagai alatnya itu.

“Kalau saya mulai bulutangkis ya sejak kecil sekali. Bahkan sebelum masuk taman kanak-kanak (TK) itu sudah ikut bulu tangkis,” jelas Wendra.

Pria yang juga menjadi guru di SMK 1 Veteran Tulungagung itu melanjutkan mulai terjun ke dunia kepelatihan bulu tangkis pada tahun 2012 lalu.

Langkah itu dipilih tatkala dia sudah tidak lagi menjadi seorang atlet bulu tangkis. Sehingga dari kecil sampai sekarang, bisa dibilang hidupnya memang benar-benar tidak bisa jauh dari bulu tangkis.

“Dari kecil sampai kuliah itu fokusnya atlet, tapi pas kuliah itu ingin istirahat saja dan ambil lisensi kepelatihan itu,” katanya.

Sekitar 12 tahun berjalan, Wendra masih menjadi salah satu pelatih bulu tangkis di Tulungagung.

Mungkin sudah ada ratusan atlet yang diciptakan dalam Wendra Badminton Adacemy, sebuah akedemi bulu tangkis yang dia buat sendiri.

Sekarang akademinya itu memiliki sekitar 48 murid yang mayoritas masih dalam usia sangat muda.

Dia menyebut sudah banyak anak didiknya yang menjadi langganan juara pada sirkuit bulu tangkis nasional (Sirnas). Sebuah ajang bulu tangkis berskala nasional yang digelar di tanah air.

Beberapa anak didiknya juga diterima di salah satu klub badminton ternama di negeri ini, beberapa masuk di pusat pelatihan provinsi (Puslatprov) Jawa Timur.

“Ada beberapa yang sudah masuk di PB Djarum, ada yang banyak juga yang diajak untuk masuk klub-klub besar di Indoesia,” paparnya.

Dengan data itu, sebenarnya dia ingin membuktikan bahwa potensi atlet bulu tangkis muda Tulungagung sangat tinggi.

Jadi tidak hanya kota-kota besar saja yang bisa mencetak atlet potensial, tapi kabupaten kecil seperti Tulungagung ini bisa mencetak bibit atlet bulu tangkis yang handal.

“Memang kendala pembinaan di daerah itu adalah dana. Sehingga kalau saya, usia anak 12 – 15 tahun itu sudah harus keluar dari Tulungagung jika ingin memiliki karir bagus. Bukannya tidak sayang, tapi itu demi kebaikan mereka juga,” katanya.

Lalu, sebagai pelatih, Wendra mengatakan wajib untuk memiliki channel bulu tangkis yang kuat.

Itu sangat berguna untuk mengantarkan anak didiknya untuk bisa menembus kancah nasional atau bahkan internasional.

"Bisa tidak bisa, pelatih di daerah itu harus bisa mencari channel. Dalam artian anak didik kota ini mau dibawa kemana nanti. Jadi tidak hanya melatih secara teknik saja sebagai pelatih bulu tangkis itu,” paparnya.

Sedangkan biasanya, kasus yang terjadi pada pembinaan badminton adalah jika orang tua mendukung, anaknya malah tidak mau beranjak dari Tulungagung.

Juga kebalikannya, ada anak yang sangat semangat untuk meniti karir di luar Tulungagung tapi orang tuanya tidak tega.

“Memang kalau ingin juara nasional, anak itu ya harus keluar dari Tulungagung,” tutupnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#bwf #wendra tri santoso #bulu tangkis