TULUNGAGUNG - Salah satu penggawa Jawa Pos Radar Tulungagung, Yan Christanto, mempunyai pengalaman yang spesial menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 di Kota Den Haag, Belanda.
Ditengah musim dingin yang berlangsung di Negara Kincir Angin dengan suhu yang mencapai 8 derajat celcius, warga Desa/Kecamatan Pucanglaban itu harus memakai pakaian tebal dan jaket untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
Meski sedang berada jauh dari daerah kelahirannya, Yan Christanto ingin tetap berpartisipasi dalam pesta demokrasi 5 tahunan. Mencoblos diluar negeri menjadi pengalaman pertamanya dan akan sulit untuk dilupakan.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Minggu (11/2/2025), pria tiga anak itu menjelaskan jadwal pencoblosan di Belanda berbeda dengan Indonesia.
Jika di tanah air serentak dilaksanakan pada 14 Februari, di Belanda, pemungutan suara dilaksanakan lebih awal yakni pada Sabtu (10/2/2024) lalu.
“Sangat senang dan spesial, karena bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024 ini sebagaimana warga negara yang baik. Tentu memilih di Belanda ini adalah pengalaman yang tak akan terlupakan bagi cah ndeso Pucanglaban,” jelas Yan, sapaan akrabnya.
Saat ini, Kota Den Haag yang berada sekitar 63 kilometer (km) dari ibukota Belanda, Amaterdam, sedang berlangsung musim dingin. Suhu diluar ruangan yang mencapai 8 derajat celcius. Tentu terlalu dingin bagi tubuh terbiasa dengan suhu hangat Indonesia.
“Karena sedang musim dingin, kita ke TPS wajib menggunakan jaket dan pakaian tebal. Jelas berbeda dengan di Indonesia,” ungkapnya, dengan sedikit tertawa.
Yan sendiri, memilih pada TPS 7 Kota Den Haag. Lokasinya berada di salah satu gedung dimana seluruh TPS pada kota tersebut dijadikan satu.
Saat melakukan pencoblosan, Yan bertemu dengan warga negara Indonesia (WNI) lainnya yang juga mencoblos di Kota Den Haag.
“Uniknya, selain ruang TPS dan tempat nyoblos, di gedung itu juga disediakan bazar toko-toko Indonesia yang mengajikan makanan dan pernak pernik khas Indonesia. Ada pecel Madiun, makanan padang, kerupuk, hingga aneka pakaian nusantara ada disana,” paparnya.
“Hal itu jadi obat rindu warga Indonesi yang sedang dalam perantauan di Belanda,” sambungnya.
Yan bercerita proses pemungutan suara di Kota Den Haag berjalan dengan lancar. Mulai awal hingga akhir, semua pemilih yang datang rapi mengantri dan tertib.
Petugas ramah namun tegas, ada aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar seperti pemilih yang sudah terdaftar dipersilahkan untuk masuk ke bilik lebih dulu dan kemudian disusul pemilih tambahan. Semua mengantri dengan baik tanpa ada satupun yang menyerobot.
“Dan sebagai orang desa saya selalu berpesan, sopo ae pilihanmu, koe panggah dulurku (siapapun pilihamu, kamu tetap saudara saya, red),” tutupnya.
Sementara, Anggota KPU Tulungagung divisi Perencanaan Data dan Informasi, Safari Hasan menyebut, total ada 363 warga Tulungagung yang terdaftar menggunakan hak pilihnya di luar negeri.
Ratusan orang tersebut menyebar di 39 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Pemilih di luar negeri mulai menggunakan hak pilihnya sejak senin (5/2/2024) hingga 14 februari mendatang sesuai jadwal yanh ditentukan oleh KPU RI.
“Pemilih di luar negeri beberapa telah menggunakan hak pilihnya. Namun perhitungannya masih akan dilakukan 14 Februari,” katanya.
Safari menyebut warga Tulungagung paling banyak memilih di KJRI Bandar Seri Begawan, Brunei Darusalam dengan 99 pemilih. Mayoritas mereka adalah pekerja migran Indonesia (PMI) dari Tulungagung yang belum bisa pulang tepat 14 Februari.
“Karena menggunakan hak pilih diluar negeri, mereka hanya bisa memilih capres cawapres serta DPR RI saja. Ikut daerah pilihan (dapil) jakarta I,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra