Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Sukses Sriati, Bisnis Barang Bekas di Tulungagung yang Bertahan hingga Belasan Tahun

Mukhamad Zainul Fikri • Selasa, 20 Februari 2024 | 22:59 WIB
Sriati, sukses berbisnis barang bekas yang bertahan hingga belasan tahun.
Sriati, sukses berbisnis barang bekas yang bertahan hingga belasan tahun.

TULUNGAGUNG - Selama belasan tahun, Sriati telah menggantungkan roda perekonomian keluarganya melalui usaha pengepul barang bekas.

Ibu asal Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru itu memiliki keyakinan tinggi bahwa bisnis rongsokan masih memiliki prospek yang bagus dalam sisi ekonomi. Bahkan kedepan potensinya usahanya bisa saja meningkat.

Bagi mayoritas penduduk Indonesia, sampah sering dipandang sebagai hal yang tidak berguna. Namun dalam pandangan Sriati, sebagian sampah sangatlah berguna. Karena masih bisa diolah dan memiliki peluang ekonomi yang relatif stabil pada meski zaman terus berkembang.

Di depan rumah Sriati yang berada di Desa Rejoagung, berbagai jenis sampah terlihat menggunung.

Ada botol berbahan kaca atau plastik bekas, ada kardus bekas, beberapa sepeda bekas, galon bekas, bahkan tanki sepeda motor pun ada. Tumpukan barang bekas itu bukan untuk pajangan, melainkan menunggu antrian untuk segera dicairkan menjadi uang.

“Disini kita menyortir, jadi dipilah-pilah sampah menurut jenisnya. Nanti setelah banyak akan diambil oleh pembelinya,” jelasnya, saat koran ini berkunjung ke rumhanya, selasa (20/2/2024).

Sriati bercerita mulai menjalankan bisnis rongsokan sejak tahun 2008 silam. Dari awal hingga sekarang, metode bisnisnya tetap sama yakni hanya memilah, belum mengolah rongsokan menjadi produk tertentu.

Meski begitu, hasil dari bisnis tersebut dipandanga sangat cukup untuk makan dan menyekolahkan empat orang anaknya.

Melihat potensi bisnis rongsokan ini, sebenarnya cukup menjanjikan untuk daerah seperti Tulungagung. Seperti diketahui, bertambahnya tahun jumlah penduduk di Tulungagung semakin meningkat.

Secara otomatis, pengeluaran sampah rumah tangga di kabupaten ini juga ikut mengalami peningkatan. Sampah-sampah yang dihasilkan itu sebagagian masih bisa diolah dan mempunyai nilai ekonomi tersendiri.

“Kecil kok (usaha) saya ini, tidak banyak. Tapi yang jelas cukup untuk makan setiap hari dan membiayai 4 anak untuk bersekolah. Saya yakin bisnis ini masih menjanjikan,” katanya.

Disamping itu, usaha itu juga dapat membuka lapangan pekerjaan. Dalam melakukan pengepulan rongsokan, Sriati dibantu beberapa karyawannya. Selain itu, ada 3-4 orang pengepul sampah keliling yang saban hari menjual sampah yang bisa diolah kembali ditempatnya.

“Selain tiga orang ini biasanya ada juga masyarakat yang datang langsung kesini menjual rongsokannya. Anak kecil juga banyak yang sekedar ingin menambah uang jajan dengan menjual barang yang sudah tidak terpakai,” katanya.

Biasanya, barang bekas yang telah dipilah di rumah Sriati akan dikirimkan ke dalam ataupun luar Tulungagung. Pengiriman baik jenis dan jumlahnya tergantung pesananan.

“Kalau kardus bekas ini biasanya dikirim ke Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru. Kan disana ada pabrik untuk melakukan pengolahan barang bekas. Pengiriman saya yang lain tidak jauh-jauh kok, paling sekitaran Tulungagung saja,” katanya.

Ditanya pengembangan usahanya, Sriati masih ingin melanjutkan apa yang saat ini ada. Ia belum terfikirkan untuk melakukan pengolahan rongsokan ini. Mengingat, dulu pernah mencoba mengolah rosokan itu sendiri, namun tidak berlangsung lama karena ditentang masyarakat sekitar.

Saat itu, usaha pengolahan yang dilaksanakan disinyalir mempunyai suara yang terlalu berisik serta pengelolaan limbahnya yang belum sesuai dan dianggap menganggu lingkungan.

“Enggak mas kalau pengeolahan. Udah begini saja,” tutupnya

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Sriati #tulungagung #bisnis #barang bekas