TRENGGALEK- Kecamatan Panggul ternyata memiliki segudang talenta. Salah satunya, Aprilya Arum Puspita Sari. Alumnus SMAN 1 Panggul yang kini menunggu wisuda dari Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram, Jogjakarta, ini dinobatkan sebagai Puteri Pendidikan 2023 pada November lalu.
“Rencananya saya akan melanjutkan profesi pengacara dan studi S-2, sambil menyelesaikan tugas di Puteri Pendidikan tahun ini,” ucap dara cantik yang juga hobi memanah dan berkuda ini.
Bisa terpilih sebagai Puteri Pendidikan 2023, April melakukan advokasi pendidikan inklusi. “Bermula dari rasa cinta saya terhadap pendidikan, membuat saya tergerak untuk melakukan sosialisasi dan survei serta menjadi volunter dalam pendidikan, khususnya pendidikan inklusif,” tutur Runner-up 2 Puteri Jawa Timur 2019 ini.
Baca Juga: Bookstagram Asal Trenggalek, Bahas Buku Insecurity Karya Alvi Syahrin, Hobi Baca Hingga Hasilkan Foto Estetik
Bagi April, banyak anak yang memiliki kemampuan luar biasa tapi memiliki keterbatasan. Maka dengan adanya sistem pendidikan inklusif bisa terbuka untuk seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam sistem pendidikan ini, baik anak yang normal pada umumnya dan ABK, ditempatkan dalam satu wadah yang sama.
“Karena saya percaya, mereka pun memiliki keistimewaan yang berbeda dengan lainnya. Mereka memiliki bakat dan kemampuan yang hebat pula,” lanjut April.
Bahkan di Bandung, di salah satu yayasan yang menaungi ABK tempat April mengadvokasi, para anak ABK bisa bermain musik, catwalk, dan kegiatan lainnya. Di sana, April dan teman-temannya ikut mengajar anak yang tuli dan tidak bisa membaca.
Baca Juga: Belasan Wajah Baru Bakal Isi Kursi DPRD Trenggalek
“Dengan banyak melakukan hal tersebut, saya semakin percaya bahwa kedua tangan kita memang tidak bisa mengubah seisi dunia. Namun dengan adanya kedua tangan kita yang membantu dan ikut berkontribusi, dapat membantu mereka dalam mengubah dunia mereka menjadi lebih baik lagi,” pungkas April. (tin/c1/wen)