Trenggalek- Tidak ada kesuksesan diraih secara instan. Semua butuh perjuangan. Hal inilah yang dibuktikan Moh Nawawi yang bergelut dalam dunia marketing. Terus berinovasi menjadi hal penting. Tentunya juga dibarengi dengan semangat pantang sambat.
Pada 2005 lalu, Moh Nawawi mengawali karirnya di dunia otomotif. Bukan sebagai pembalap ataupun mekanik, melainkan marketing penjualan motor Honda. Selama dua tahun pertama, cukup banyak hal yang dipelajari. Hal itu membuat warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan itu lebih matang dalam dunia marketing.
Kepada Jawa Pos Radar Trenggalek, pria ramah itu menceritakan karirnya mulai naik pada 2008. Kala itu dia menjadi customer service atau dikenal dengan sales konter. Itu diraih tak semudah membalikkan telapak tangan. Nawawi harus terus berinovasi dalam kerjanya, sehingga banyak prestasi yang diraih. “Seperti juara 1 tingkat layanan regional 2010, sampai masuk juara enam besar tingkat nasional pada 2019,” ujarnya.
Pria ramah itu menceritakan, banyak suka duka menjadi seorang sales otomotif. Salah satu yang kurang mengenakkan, dianggap sebelah mata sebagian orang. Bahkan ketika datang ke rumah warga, sempat ditolak. “Akhirnya yang kita datangi merasa takut, padahal tujuan kami baik,” ungkapnya.
Hal lain yang kurang mengenakkan, ketika dikomplain masyarakat. Pernah juga ban bocor saat berada di kawasan pegunungan. Meski begitu, Nawawi tetap semangat. Dia sadar betul pengorbanan dan perjuangan yang dialami akan terbayar. Asalkan tetap berusaha dan berinovasi. Hal itu pun terbukti. Pada Februari 2021, dia dipercaya menjadi manajer diler Karya Agung Motor Trenggalek.
“Alhmdulilah sejak menjabat sebagai seorang manajer banyak prestasi yang diperoleh. Tahun lalu, meraih juara 1 kontes layanan tingkat regional kategori pelayanan terbaik. Selain itu, mendapat predikan diler inovasi, dan dapat uang tunai Rp 15 juta,” ungkapnya.
Nah, sebagai seorang manajer, dia berharap bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Dengan begitu, perusahaan semakin maju. Tentunya harus dibarengi dengan terus berinovasi agar bisa terus bersaing baik tingkat regional maupun nasional.
Ternyata Nawawi tak hanya hebat dalam dunia marketing. Dia juga lihai menjadi master of ceremony (MC). Hebatnya, skill tersebut diperoleh secara otodidak. Yakni lantaran kerap didapuk menjadi MC dalam berbagai event yang digelar kantor. “Berawal iseng, akhirnya menjadi kebiasaan. Karena disetiap event diler itu kesusahan mencari MC,” jlentrehnya.
Seiring berjalan waktu, menjadi MC juga membuat Nawawi bersemangat. Dia pun terus mengembangkan kemampuannya. Alhasil, dia kerap diminta memandu berbagai acara. Mulai hajatan, orkes, dan lainnya. Ini membuatnya semakin banyak pengalaman. (gun/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa