Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dihadapkan 3 Agama, Martinus Ongkojoyo Mantap Mualaf, Pria Keturunan Tionghoa Ini Ungkap Kesan Pasca Memeluk Agama Islam

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 19 Maret 2024 | 02:46 WIB
Begini kisah Martinus Ongkowijoyo memilih mualaf usai mempelajari tiga agama.
Begini kisah Martinus Ongkowijoyo memilih mualaf usai mempelajari tiga agama.

TULUNGAGUNG - Dilahirkan dari keluarga dengan latar belakang agama lebih dari satu agama, membuat Martinus Ongkowijoyo mempelajari makna dalam beragama.

Hingga akhirnya pria keturunan Tionghoa ini memantapkan diri untuk memeluk agama Islam. Yang mana bulan suci ramadan 1445 H ini menjadi pengalaman pertama puasa baginya.

Lahir dari orang tua dengan agama dan budaya berbeda, Martinus Ongkojoyo kecil dihadapkan dengan 3 agama yang berbeda. Pencariannya akan makna beragama pun berhilir pada agama Islam.

Alhasil pria berusia 28 tahun ini memutuskan untuk menjadi mualaf di bulan Oktober tahun 2023 lalu.

Martinus Ongkojoyo mengatakan, bahwasannya sejak kecil dia mempelajari setidaknya 3 agama yang berbeda dari keluarganya. Ajaran agama Islam dia dapat dari sang ibu, kristen dari ayah dan konghucu dari kakek.

“Ibu itu asli jawa, kalau ayah tionghoa. Bahkan kakek dari ayah itu masih kelahiran cina. Jadi sejak kecil itu ya dibelajari jumatan, ya ke gereja dan klenteng,” jelasnya Senin (18/3/2024).

Pada masa sekolah, pria keturunan tionghoa ini menempuh pendidikannya di sekolah kristen.

Yang mana sekolah tersebut memang kebetulan dekat dengan rumahnya. Hal ini membuat Martinus kecil memutuskan untuk dibaptis kristen pada tahun 2008.

“Ya karena sekolah dari kecil itu di sekolah kristen dan teman-teman juga semuanya beragama kristen. Akhirnya saya dibaptis pada tahun 2008 itu,” ucapnya.

Petualangan Martinus mencari makna dalam beragama dimulai pada tahun 2022. Pada tahun-tahun tersebut, merupakan tahun terberat Martinus dilini masa hidupnya. Baik ekonomi dan keyakinannya dalam beragama benar-benar diuji pada masa itu.

Beberapa waktu berlalu, Martinus bertemu dengan seniornya di Gereja sekitar tahun 2023 awal.

Pada pertemuan itu, senior Martinus berucap apabila masalah dan kegundahan hatinya akan mereda jika dia kembali kepada trah-nya. “Dari situ saya berfikir trah itu apa. Akhirnya saya mencari silsilah dari ibu untuk mencari trah saya itu,” paparnya.

Merasa buntu akan pencariannya, Martinus diajak oleh rekannya untuk berkunjung ke salah satu kyai di Tulungagung.

Pada saat itu, dia dicerahkan untuk kembali ke trah keturunannya yang menganut agama Islam dan budaya Jawa.

“Di tempat kerja saya ini, saya selalu diajak ke pengajian gitu. Jadi mengenal tarian sufi dan hadrah,” ungkapnya.

Barulah pria keturunan tionghoa ini memantapkan diri untuk memeluk agama Islam pada bulan Oktober tahun 2023. Yang mana bulan ramadan kali ini merupakan kali pertamanya merasakan ibadah puasa.

“Luar biasa mas rasanya, ada ketentraman tersendiri setelah memeluk agama Islam. Ternyata menjalani puasa di bulan ramadan itu sangat indah, apalagi mendengar suara adzan magrib berkumandang,” tutupnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Martinus Ongkojoyo #mualaf