BEKERJA di Divisi Marketing di Jatim Park I Kota Batu dan tinggal di Kota Malang, Tatar Sarwono harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan hidup modern seperti menggunakan transaksi digital melalui aplikasi Brimo Bank BRI (Bank Rakyat Indonesia) yang dilengkapi pula dengan QRIS.
Melalui aplikasi Brimo, Tatar dapat memanfaatkanya dalam berbagai hal, seperti pengisian pulsa, membayar listrik, membayar air PDAM, membeli tiket kereta api, membayar pajak dan sebagainya.
Terlebih lagi Tatar yang bekerja di Divisi Marketing di wahana rekreasi keluarga Jatim Park I Kota Batu, tentu segala sesuatu yang berkaitan dengan transaksi keluarganya juga tak lepas dari fasilitas ATM Bank BRI. Oleh karenanya Tatar bersama istrinya Sri dan putrinya Sava senantiasa akrab menggunakan fasilitas Brimo BRI dalam kehidupan sehari-harinya.
Yang menggelitik, bahkan untuk keperluan membeli jajanan hingga gorengan pun yang harganya di bawah Rp 10 ribu di Kota Malang dan Kota Batu sekarang sudah banyak penjual yang menyediakan pakai fasilitas QRIS dengan barkot.
"Ya mungkin para penjual jajanan dan gorengan di Malang dan Batu bermaksud memudahkan bagi para pembeli yang tidak membawa uang cash, sehingga menyediakan pembayaran via QRIS," ujar Tatar Sarwono kepada Radar Tulungagung belum lama ini.
Tatar yang berdomisili di Perum Asrikaton Malang itu dalam sehari-hari juga jarang membawa uang cash dalam jumlah besar. Secukupnya saja.
Dalam hal ini, tentu penggunaan aplikasi perbankan seperti mobile banking, Brimo Bank BRI termasuk fasilitas QRIS dimaksudkan untuk menjaga keamanan dari yang bersangkutan supaya membawa uang cash secukupnya saja, selebihnya dimanage melalui ATM BRI. Toh melalui ATM BRI maupun Brimo BRI dapat dipergunakan untuk memenuhi keperluan sehari-hari.
Meski demikian, sesuai dengan tugasnya sebagai marketing di Jatim Park I Kota Batu, Tatar memang sering bepergian ke luar kota untuk mempromosikan wisata wahana rekreasi keluarga Museum Tubuh yang dikelolanya.
Dalam hal ini, Tatar sering mempromosikan baik ke Pemda dan Disbudpar di Jatim, terutama Dikbud atau Dinas Pendidikan termasuk sekolah-sekolah untuk menjaring para siswa (SD, SMP dan SMA) berwisata ke Jatim Park I di Kota Batu.
"Alhamdulillah selama ini masyarakat umum maupun para siswa di Jawa Timur tetap antusias berwisata dan rekreasi di Jatim Park I Kota Batu," tuturnya merasa senang.
Ketika ditanya pengalaman yang menyenangkan bekerja di Jatim Park I Kota Batu, Tatar berterus-terang ia merasa tak menduga bahwa dirinya pernah ditunjuk mewaliki pimpinan menjadi nara sumber dalam sebuah seminar berkaitan dengan wisata di Jawa Timur.
Selain itu ia juga pernah ditugaskan mengikuti acara resmi mengenai Hari Museum di DPR RI tahun 2023 lalu.
"Semua itu merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya," kenangnya sembari bersyukur.
Tatar yang lahir di Tulungagung tahun 1979 itu memang kategori pemuda yang giat bekerja. Sebelum di Jatim Park I Kota Batu, dia pernah bekerja di BEJ (bursa efek Jakarta) lalu pindah di Kebun Binatang Surabaya. Setelah beberapa tahun, akhirnya Tatar pindah bekerja di Jatim Park I Kota Batu sekitar 8 tahun hingga sekarang.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra