Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Moh Shofiullah, Pemuda Asal Tulungagung Sukses Jadi Pelatih Badminton di India dan Cina, Nilai Kontrak Capai 900 Dolar

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 22 April 2024 | 01:11 WIB
Moh Shofiullah pemuda asli Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, berhasil melalang buana ke berbagai negara lantaran kepiawaiannya bermain badminton.
Moh Shofiullah pemuda asli Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, berhasil melalang buana ke berbagai negara lantaran kepiawaiannya bermain badminton.

TULUNGAGUNG - Moh Shofiullah pemuda asli Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, berhasil melalang buana ke berbagai negara lantaran kepiawaiannya bermain badminton.

Pemuda berusia 21 tahun ini menjadi pelatih badminton dengan nilai kontrak fantastis capai ratusan dolar setiap bulannya.

Kecintaannya bermain badminton berhasil membawa Moh Shofiullah menapaki jenjang karirnya hingga ke berbagai negara.

Pemuda berprestasi ini berhasil menjadi pelatih badminton dengan nilai kontrak mencapai 900 dolar per bulan.

Kecintaannya akan olahraga batminton membuatnya menekuni bidang olahraga tersebut sedari kecil.

Hingga akhirnya di memulai debut pelatihannya di Jakarta pada tahun 2019 silam. Kepelatihan badminton ini ia lanjutkan hingga tahun 2023.

“Awalnya debut kepelatihan itu tahun 2019 di Jakarta, sampai tahun 2023. Ya sekitar 3 tahunan,” jelasnya Minggu (21/4/2024).

Tidak berhenti di situ, pelatih muda berusia 21 tahun ini melanjutkan kepelatihannya ke negeri India.

Sebelumnya dia mengikuti seleksi kepelatihan dan lolos untuk menjadi pelatih di India tersebut.

Awalnya beragam resiko menghinggapi kepala Muh Shofiullah.

Namun pikiran-pikiran buruk itu berhasil di tepis dan memutuskan untuk pergi melatih badminton di India.

Baca Juga: Tak Semua Usaha Tujuannya Mencari Laba, Tapi Juga Empati Sosial

“Awalnya dari temen ke temen, ditawari untuk melatih batminton di India. Ada seleksi pelatihannya, ikut seleksi alhamdulillah lolos. Akhirnya memutuskan berangkat,” paparnya.

Di negeri nan jauh sana, pria asal Desa Tanjungsari Kecamatan Karangrejo ini melatih di club YPBA batminton.

Dia melatih calon-calon atlet dari usia 13 hingga 25 tahun. Kemudian untuk bahasa yang digunakan, dia kerap menggunakan bahasa Inggris untuk jembatan komunikasinya ke atlet-atlet di sana.

“Jadi saya komunikasinya pakai bahasa inggris, ya sempat juga mengalami masalah sama komunikasi tetapi ada asisten pelatihnya juga di sana,” ucapnya.

Setidaknya ada 40 atlet batminton yang berlatih dengan Moh Shofiullah.

Semenjak kedatangannya untuk melatih atlet di sana, beragam prestasi pun mulai diraihnya.

Terakhir club yang dia pimpin berhasil memenangkan kejuaraan Udyavara Badminton Premier League 2024.

“Totalnya ada 40 atlet yang saya latih. Terakhir berhasil memenangkan kejuaraan Udyavara Badminton Premier League 2024,” ungkapnya.

Disinggung ihwal sistem gaji untuk menjadi pelatih di India tersebut, dia mengaku kepelatihan di India menggunakan sistem kontrak dengan nilai 900 dolar per bulan.

Yang mana dia mengantongi upah dalam rupiah sekitar Rp 13 juta hingga Rp 14 juta per bulan.

Setelah setahun menjalani kepelatihan badminton di India, dia mengajukan kenaikan kontra dan ditolak oleh pihak akademi.

“Ya saya mengajukan cuti dan memilih berhenti dari kepelatihan di India. Sebentar lagi berangkat untuk menjadi pelatih badminton di Cina,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#india #cina #badminton #pelatih