DENGAN postur tubuhnya yang tinggi besar, wajar jika Wiji Mujiono menjadi petugas keamanan (security) di PR (Pabrik Rokok) Cempaka Tulungagung Jawa Timur. Pemuda Desa Ringinpitu, Kec. Kedungwaru, Tulungagung tersebut memang telah bekerja sebagai Satpam (Satuan Pengamanan) selama 20 tahun di PR Cempaka sampai tahun 2020.
Namun, karena perusahaan (PR Cempaka) mengurangi karyawan karena masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020, maka Wiji Mujianto pun terpaksa resign dari perusahaan tersebut.
"Setelah itu saya merencanakan untuk membuka usaha mebel bersama istri saya di rumah kami Ringinpitu," ujar Wiji Mujiono kepada Radar Tulungagung belum lama ini.
Dalam memulai usaha membuka dalam bidang permebelan di "Mebel Budiasri" Ringinpitu itu, Wiji berterus-terang menggunakan dana dari istri dan keluarganya ditambah dengan mengajukan program pinjaman dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) Bank BRI sebesar Rp 10 juta.
"Ya itulah modal awal kami dalam membuka usaha mebel kami di Ringinpitu," terang Wiji yang memiliki anak semata wayang bernama Berliana Nabila Syahputri.
Putrinya itu sekarang kelas 3 di SMPN I Tulungagung. Dengan berbekal prestasinya dalam bidang olah raga panahan, Berliana berencana meneruskan ke SMUKED I (SMU Kedungwaru I) Tulungagung.
Dalam hal ini, Berliana memiliki prestasi piagam medali Kejurprop (kejuaraan Propinsi) Jawa Timur olah raga panahan kelas Standar Bow dengan medali Perunggu MiX team 4 orang anak. Saat itu putrinya dan 3 orang anak rekannya mewakili Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) cabang Tulungagung.
"Waktu mendapat juara panahan itu, kelas panahan nak saya masih Standar Bow, tapi sekarang sudah mencoba kelas Standar," tutur Wiji merasa bersyukur dan bangga terhadap prestasi putrinya.
Sementara, dalam hal mengelola bisnis mebelnya, Wiji melakukan kulakan (beli) mebel di daerah Pasuruan dengan bahan kayu jati dan akasia. Produk mebel yang tersedia di "Mebel Budiasri" tersebut, antara lain meja sudut, meja ruang tamu, meja teras, meja makan, almari, penyekat ruangan, pintu-jendela dan sebagainya.
"Meski demikian, kalau ada pelanggan yang memesan mebel, saya pun juga siap melayani mereka. Dalam hal ini saya juga mempunyai tukang mebel untuk melayani pesanan," ujar Wiji sembari menandaskan hal itu sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada pembeli.
Khusus pesanan pintu dan jendela rumah, dalam hal ini memiliki tukang khusus di daerah Pucanglaban yang kualitas garapannya sangat bagus.
Ketika ditanya momen yang ramai pembeli dan pesanan mebel, Wiji mengatakan bahwa momen tesebut biasanya menjelang Hari Raya Iedul Fitri tiap tahunnya.
"Ya seperti Lebaran kemarin itu banyak yang membeli dan memesan mebel kepada saya, terutama meja kursi," terangnya merasa gembira.
Meski demikian, di luar momentum Hari Raya atau Lebaran ya biasa-biasa saja. Itulah sebabnya ia berusaha menjalani usahanya dengan penuh kesabaran menunggu rizki dari Tuhan melalui para pembeli dan pemesan mebel di "Budiasri" Ringinpitu. Itulah sebabnya agar tidak monoton menunggu pembeli saja, Wiji Mujiono juga mengisi waktunya terutama pada malam hari dengan bergabung ke berbagai komunitas seni budaya, seperti di ForSabda (Forum Seni Budaya) dan BunDar (mBulan nDadari) yang base camp nya di Lotu's Garden Tulungagung.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra