Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengalaman Ikut Event Lari 21 KM di Kediri Half Maraton: Rute Safety untuk Pelari, Dipasang 600 Cone

Andrian Sunaryo • Kamis, 16 Mei 2024 | 18:21 WIB
Pengalaman Andrian Sunaryo saat mengikuti half maraton (HM).
Pengalaman Andrian Sunaryo saat mengikuti half maraton (HM).

KEDIRI - Sekitar pukul 4.30 WIB pada Minggu (12/5) pagi lalu, di sekitaran Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri terdengar lantunan music yang cukup ngebeat. Selain itu tampaknya ratusan orang mulai dari pelajar, remaja, dewasa, orang tua bahkan juga lansia tumplek blek di area tersebut.

Hampir sebagian besar mereka memakai kaus dengan warna sama putih dikombinasi merah.

Di kausnya pun terdapat tulisan nama dan nomor dada alias BIB. Tapi warna BIB nya tidak sama ada merah dan biru. Warna tersebut membedakan kelompok usia.    

Ratusan orang tersebut berdiri di atas karpet merah yang membentang sekitar 50 meter di atas jalan aspal. Tanpa dikomando mereka melakukan gerakan pemanasan alias stretching.

“Ya mas, kita pemanasan dulu lompat kecil-kecil sebelum ikut race half maraton dimulai,” ungkap Reza seorang peserta Kediri Half Maraton (KHM) dari komunitas Tulungagung Runner saat ditemui di area start.

Ya, mereka ternyata mengikuti event lari di KHM dengan katergori 21KM atau lebih dikenal dengan Half Maraton (HM). Untuk kategori ini mengambil start pukul 05.00 lebih awal dibanding kategori 10K, 5K dan disfabel.

Informasi yang didapat dari panitia KHM, total peserta event yang sudah kali tiga digelar ini sebanyak 2.750 peserta.

Terdiri atas 625 peserta HM (21KM), 890 peserta kategori 10KM umum dan pelajar SMA sederajat, yang paling banyak kategori 5KM umum dan pelajar SMP sederajat 1.145 peserta dan 90 peserta kategori difabel.

Tahun ini jumlah peserta lebih banyak dibanding 2023. Tahun lalu sekitar 1.500 peserta.

Pukul 4.40 dua master of ceremony (MC) mulai cuap-cuap memberi semangat ke peserta dan memanggil peserta HM yang belum masuk di jalur race untuk segera masuk.

“Bagi peserta 21K atau HM segera masuk ke jalur race, karena sebentar lagi kategori HM segera dimulai,” kata MC tersebut.

Pantauan wartawan ini yang juga ikut kategori HM di KHM ini, pelaksanaan event lumayan rapi dan bagus.

Salah satu indikasinya, peserta HM sebelum masuk di jalur race, dicek lebih dulu sama panitia, BIB peserta dicek oleh panitia. Langkah ini dilakukan agar peserta di luar kategori HM tidak masuk jalur race alias steril.

Karena, memang banyak peserta 10K dan 5K yang datang lebih awal ketimbang startnya pukul 5.30 dan 5.45 WIB.

Kekompakan para peserta lari Half Maraton (HM).
Kekompakan para peserta lari Half Maraton (HM).

Sekitar pukul 4.50 peserta HM diajak oleh dua MC menyanyikan lagu Indonesia Raya. Usai menyanyikan lagu kebangsaan tersebut, tepat pukul 05.00, bendera start dikibarkan dan sirine dibunyikan peserta kategori half maraton pun langsung berlari melewati rute yang dibuat panitia.  

Rute HM yang dibuat panitia cukup clear dan safety bagi pelari. Itu terlihat ketika wartawan ini ikut lari, tampak di beberapa titik mulai start dan menjelang rute finish dipasang cone warna merah sebelah kiri jalan.

Cone ini, berfungsi agar pengendara baik itu mobil, motor maupun sepeda tidak masuk di jalur pelari.

Tidak hanya itu, hampir setiap keluar gang, pertigaan dan perempatan rute yang dilewati peserta HM ada marshal, polisi, dan pegawai dishub plus satpol PP.  Mereka bertugas memberi aba-aba ke pengendara agar hati-hati bahwa ada peserta lari yang melintas.

Kondisi tersebut dibenarkan Uqi seorang peserta HM dari komunitas Tulungagung Runner (TAG Runner). Uqi mengaku gelaran event KHM yang ketiga ini cukup bagus dibanding dua event sebelumnya khususnya rute pelari 21K.

“Tahun ini lebih safety bagi pelari jika dibanding dua event sebelumnya, tahun-tahun lalu gak ada cone, sekarang ada cone,” kata bapak dua anak ini yang sudah ikut tiga kali KHM.

Mengenai cone yang terpasang di sisi kiri rute pelari, menurut Edwin Effendi ketua panitia KHM, pihaknya memasang sebanyak 600 cone hampir di semua rute yang dilewati pelari. Cone ini dipasang agar pengendara kendaraan bermotor maupun sepeda tidak melewati rute pelari, begitu juga para pelari tidak keluar dari cone.

“Biar sama-sama aman dan nyaman, cone kami tempatkan di jalan raya, kalau di jalan desa tidak kami beri,” katanya.

Selain menyediakan cone, tahun ini panitia memisahkan rute pelari 21KM, 10KM, 5KM dan disfabel. Sehingga tidak memakai satu jalan penuh, cukup satu ruas saja, dan tahun ini antara pelari 21, 10 dan 5KM tidak saling bertemu.

Perlu diketahui, event KHM ini juga diikuti sebagian anggota Tulungagung Runner (TAG Runner) dan Friday Running Community (kedua komunitas pecinta lari dari Tulungagung).

Ada sekitar 33 pelari baik itu dari TAG Runner maupun Friday Running Community yang ambil bagian event tersebut. Mereka ikut semua ketegori kecuali disfabel.(bersambung)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kediri #simpang lima gumul #slg