Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengalaman Ikut Event Lari 21 KM di Kediri Half Maraton: Sekda Kota Blitar Kurang Fit, Cheering Lebih Merata

Andrian Sunaryo • Jumat, 17 Mei 2024 | 21:53 WIB
Cerita ketiga peserta saat mengikuti HM di Kediri.
Cerita ketiga peserta saat mengikuti HM di Kediri.

Catatanini merupakan artikel lanjutan, klik di sini.


TIDAK hanya rute yang safety untuk pelari, tapi ada beberapa hal membuat nyaman pelari, di antaranya water stations (WS). Para pelari 21 KM tidak perlu khawatir kehabisan mineral water maupun minuman berisotonik ketika melewati WS.

Para pelari kategori HM pada event KHM ini dimanjakan oleh banyaknya persediaan air mineral dan minuman berisotonik. Buktinya, ketika wartawan ini mengikuti HM sejak di WS pertama pada kilometer 2 terlihat volentir menawarkan mineral water dan isotonic.

Kondisi serupa juga WS kedua pada kilometer 5, para volentir selain memberi minuman ke pelari, mereka juga tidak bosan-bosan memberi semangat ke pelari.

“Ini mas minumannya, ada mineral water dan isotonic,” kata seorang volentir yang memberikan gelas berukuran 200 mililiter berisi mineral water ke wartawan ini.

Sesuai data di IG kedirihalfmarathon panitia menyediakan sebanyak delapan WS yang tersebar di beberapa titik di rute kategori 21 KM. Bahkan di WS kilometer 14 juga menyediakan pisang untuk pelari.

Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan delapan mobil ambulans yang terletak di kilometer 7, 10, 12, 14, 16, 18, 19 dan 20.

“Sebenarnya apa yang disediakan di WS sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Uqi seorang pelari kategori 21 KM dari komunitas Tulungagung Runner.

Untuk menyemangati para pelari, di beberapa titik tepatnya di sekolah yang dilewati pelari ada cheering dari siswa-siswi SD dan SMPN. Mereka meneriaki pelari untuk tetap semangat, bahkan ada yang membawa beberapa alat drum band.

Ini membuat suasana semakin meriah. Tak jarang pelari berhenti sejenak untuk berfoto-foto atau joget dengan cheering.

Lumayan mengambil nafas sejenak dan merilekskan otot kaki. Pelari yang ikut event 21 KM dari berbagai kalangan mulai dari pengusaha, karyawan dan juga pejabat.

Ketika wartawan ini berlari sampai di KM 9 ketemu dengan Priyo Suhartono Sekretaris Daerah Kota (Sekda Kota) Blitar. Mantan Kadishub Kota Blitar ini ikut event kategori HM.

“Saya sudah tiga kali ikut event KHM ini dan alhamdulillah pelaksanaan semakin meningkat dan baik,” ungkap pria yang juga menjabat ketua ISSI Kota Blitar ini.

Priyo mengaku sebenarnya ketika ikut event KHM kali ini kondisinya kurang fit, hal itu mempengaruhi performanya.

TETAP STRONG : Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono berpose setelah finish pada Minggu (12/5/2024).
TETAP STRONG : Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono berpose setelah finish pada Minggu (12/5/2024).

“Saya finish dengan catatan waktu dua jam lima puluh empat menit sekian, sedangkan tahun lalu saya ikut sepuluh kilometer,” jelasnya.

Wartawan ini tidak hanya bertemu dengan Sekda Kota Blitar, tapi juga bertemu dengan General Manajer (GM) toko perabotan rumah tangga Family Market Tulungagung Candra Cipta Wibisono. Dia mengaku, event KHM kali ini lebih bagus pelaksanaanya ketimbang tahun lalu.

“Tahun lalu saya juga ikut HM dan saat itu cheeringnya tidak merata seperti sekarang, tahun ini lebih merata, begitu juga rutenya tahun ini tertata, kalau tahun kemarin yang HM ada putar balik sehingga ketemu pelari 10K,” jelasnya. Pada event KHM Minggu 12 Mei lalu, Chandra mampu menyelesaikan dengan waktu 2 jam 10 menit 16 detik (2:10:16).

Catatan lari 21 KM tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu, sebelumnya 2 jam 44 menit 33 detik (2:44:33).

“Mengalami peningkat personal best (PB) saya,”ujarnya. Event ini juga diikuti owner Gun2 Bike Henry Gunawan, pria yang mulai merambah bisnis lari inj mengaku event KHM yang kali pertama diikuti tersebut, dari segi acara lumayan apik, cheering juga ramai.

“Antusias peserta cukup bagus, rute untuk pelari lumayan safety selain ada cone, marshal juga ada di tiap pertigaan atau perempatan bahkan keluar masuk jalan gang,” tuturnya.

Meski baru kali ikut lari 21 pada event KHM ini, tapi pria yang juga hobby sepedaan ini merasa puas dengan catatan waktu yang diraih.

“Saya bisa menyelesaikan 21 KM dengan waktu 1 jam 58 menit, saya puas ini sesuai target,” katanya.

Pantauan wartawan ini, memang setiap pelaksanaan event tidak selalu sempurna, meski ada beberapa hal yang kurang.

Termasuk di KHM ini, salah satunya ketika para pelari melewati garis finish dan menuju refreshment agak sedikit crowded.

Banyak pelari yang bingung bingung di mana tempat refreshment dan medaki, tapi untung hal itu bisa diantasipasi panitia. Panitia langsung menjemput pelari mengkalungkan medali dan memberi mineral water, minuman isotonic dan pisang.

Menurut Edwin Effendi ketua panitia KHM, memang panitia kurang sedikit mengantisipasi jika peserta KHM tahun ini mengalami peningkatkan, dibanding 2023. Tahun ini mencapai 2.750 peserta, tahun lalu 1.500 peserta.

“Hal ini membuat crowded di refreshment, tapi ada perbedaan jika dibanding tahun lalu, kalau tahun lalu medali tidak dikalungkan ke peserta, sekarang panitia mengalungkan medali ke peserta,” jelasnya.

Perlu diketahui seluruh anggota komunitas TAG Runner dan Friday Running yang ikut KHM di semua kategori kecuali disfabel mampu menyelesaikan finish under Cut Of Time (COT) dengan happy dan strong.(habis)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kediri #Half Maraton #sekda kota blitar