Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Intan Amalia Naftali, Memulai Usaha Kuliner Seblak Hingga Untung Membludak

Gunawan Rdr Tulungagung • Sabtu, 18 Mei 2024 | 17:00 WIB
Intan Amalia Naftali
Intan Amalia Naftali

TRENGGALEK - Ada beragam jenis usaha yang bisa dicoba. Salah satunya, kuliner. Seperti halnya Intan Amalia Naftali. Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Gandusari, itu memilih berjualan seblak. Tak disangka, laba membeludak. Dia pun makin semangat berinovasi untuk mengembangkan usaha tersebut.

Pada 2021, Intan melangkah masuk ke dunia bisnis kuliner. Ilmu pemasaran yang dipelajari selama di SMK menjadi salah satu bekalnya mulai berwirausaha. Nah, usaha yang dipilih ternyata tak jauh dari hobinya. Yakni, kulineran. Intan memutuskan berjualan seblak di kampung halamannya.

Di Desa Wonorejo, Intan mampu membuktikan keseriusannya berbisnis. Dia membuktikan, meski bukan berada di pusat kota, usahanya tetap bisa berjaya. Tentu saja dengan semangat, ketekunan, serta pantang menyerah. 

“Awalnya karena suka jajan seblak, dan ini jadi menu favorit anak muda zaman sekarang. Di tempatku juga masih belum banyak yang berjualan. Jadi, ada peluang besar,” ujarnya, kemarin (17/5).

Dalam menjalankan usaha tersebut, target marketing yang dibidik yakni kalangan anak sekolah. Karena itulah, Intan memilih lebih banyak promosi menggunakan kecanggihan teknologi yang juga banyak digunakan anak sekolah. Utamanya media sosial. “Juga sering mengadakan promo,” kata owner Seblak Huhaah itu.

Bagaimana dengan para kompetitor? Intan tak menampik hal tersebut. Bahkan, lantaran tempat usaha tersebut berada di desa dan mampu berkembang, pasti semakin banyak yang mengikuti. Begitu juga ketika musim hujan. Pembeli lebih banyak yang datang. Itu juga karena minimnya ojek online (ojol).

Untuk itulah, Intan tak sekadar memperhatikan bahan untuk menghasilkan produk berkualitas. Proses produksi serta pengemasan juga tak boleh dilupakan.

“Tema seblak kami prasmanan. Jadi, semua topping bisa pilih sendiri. Kalau ingin beli paketan juga ada, harga mulai Rp 10 ribu,” jelasnya.

Hal lain yang terkadang mengganjal yakni waktu. Sebab, kini Intan masih berstatus mahasiswa di salah satu kampus. Karena itulah, dia harus pandai mengatur waktu antara kuliah dan bisnis. Terlebih, baginya, pendidikan tetap menjadi porsi utama. Karena itulah, Intan berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan kuliahnya. Berbeda ketika libur, dia bisa leluasa untuk fokus menjalankan bisnis. 

Wanita ramah itu berharap usaha yang dijalankan bisa terus berkembang. Dia ingin membuka beberapa cabang di beberapa tempat. Selain itu, bisa menghasilkan berbagai kreasi menu. Dengan begitu, pembeli lebih tertarik. Intan menjadi contoh nyata pengusaha muda yang berani mengambil risiko dan mengubah peluang menjadi keberhasilan. (gun/c1/wen)

Editor : Luqman Hakim
#seblak #umkm #trenggalek