SUASANA di Desa Tanggung Kec Campurdarat hari Sabtu (1/6) kemarin sejak pagi nampak ramai sekali. Masyarakat dari berbagai daerah nampak berjubal-jubal di sana.
Ada apakah gerangan di Desa Tanggung kemarin pagi? Tak lain karena ada momentum besar di Desa Tanggung, yakni agenda Arak-arakan Budaya & Resepsi Adat Grebeg Agung Bhinneka Tunggal Ika yang dilaksanakan BARANUSA (Barisan Adat Raja Sultan Nusantara) dalam peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 1945. Kegiatan Grebeg Agung Bhinneka Tunggal Ika di Desa Tanggung tersebut merupakan rangkaian agenda budaya BARANUSA yang ke-3.
Sebelumnya kegiatan yang sama sudah dilaksanakan pada tahun 2022 dan 2023 di TB (Taman Budaya) Tulungagung, pawai kirab budaya start dari halaman pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa mengelilingi alun-alun Tulungagung.
Sementara dalam Grebeg Agung Bhinneka Tunggal Ika yang ditempatkan di Desa Tanggung kemarin, kirab budaya start dari Gunung Budheg menuju bale desa Tanggung.
Nampak sekitar ratusan orang peserta kirab budaya dengan berbagai kostum berjalan perlahan dari Gunung Budheg menuju bale desa Tanggung yang jaraknya sekitar 1 km. Sesampainya di halaman bale desa Tanggung, dari sebelah utara bale desa terdengar sayup-sayup suara krawitan dari Sasana Budaya "Ngesthi Laras" Tanggung Glotan pimpinan Ki Handaka, S.Sos.
Para peserta kirab budaya pun langsung dipandu oleh MC Adi Broto SSn untuk mengikuti acara resmi yang diselenggarakan BARANUSA dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Nampak hadir beberapa orang tamu kehormatan pembesar dan pengurus BARANUSA pusat yaitu Lalu Muhammad (Raja Lombok) dan Ida Dalem Smara Putra (Raja Klungkung Bali) termasuk R. Dr. M. Ali Sodik (Sekjen BARANUSA), Laksda (purn) Harry Yuwono serta para pejabat, antara lain staf Kementerian Sosial, staf Gubernur Jawa Timur, Asisten PJ Bupati Tulungagung (Dr. Heru Suseno) yaitu Agus Priyo Utomo. Ir. Sukriston (Panglima BARANUSA Tulungagung), Kades Suyahman, termasuk Eyang Sugito (sesepuh Jawadwipa Durenan Trenggalek) dan sebagainya.
Suyahman, Kades Tanggung berulangkali menyampaikan rasa terharu sebagai wujud rasa terima kasihnya atas dipilihnya Desa Tanggung menyelenggarakan Grebeg Agung Bhinneka Tunggal Ika dalam rangka peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 1945.
Sementara itu Ir. Sukriston selaku Panglima BARANUSA Tulungagung menandaskan bahwa Grebeg Agung Bhinneka Tunggal Ika merupakan upaya untuk Memayu Hayuning Bawana dan melestarikan khasanah budaya sebagai perekat persatuan bangsa. Hal senada juga disampaikan R. Dr. Ali Sodik selaku Sekjen BARANUSA Pusat yang bertekad menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat dan pemersatu banfsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan agama serta beragam bahasa daerah, kepercayaan, dan sebagainya.
Staf PJ Gubernur Jawa Timur dalam kesempatan itu mengingatkan kembali mengenai 4 pilar bangsa yang musti dijaga, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Itulah sebabnya acara Grebeg Bhinneka Tunggal Ika yang dilaksanakan BARANUSA kemarin ditandai dengan penandatanganan deklarasi menjaga persatuan bangsa Indonesia dari para tokoh dan pejabat yang hadir.
Hal itu merupakan bukti konkrit kesetiaan mereka terhadap bangsa kita, terutama melalui Semboyan bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang dipetik dari Kakawin Sutasoma karya Empu Tantular pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit di bawah kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk.
Acara Grebeg Bhinneka Tunggal Ika yang digelar BARANUSA di Desa Tanggung kemarin dipuncaki dengan Slametan Metri Bumi yang diujubkan oleh Eyang Sugito, Sesepuh Jawadwipa.