TULUNGAGUNG - Kecintaannya pada wushu sudah ada sejak belia. Puluhan kompetisi dan gelar juara di berbagai tingkat pernah dikecap. Tapi, Raqeela Rammang mengaku bahwa tak mudah membagi waktu sebagai atlet dan kesibukan lain sebagai pelajar.
"Saya suka wushu sejak usia lima tahun. Karena sering lihat kakak berlatih. Itu membuat saya tertarik," kata dara yang akrab disapa Ola ini saat disinggung bagaimana dia mulai tertarik dengan olah raga wushu.
Dari sana, dia mulai giat berlatih dengan berbagai porsi yang diberikan oleh tim pelatih. Karena dinila punya potensi, Ola diikutsertakan di beberapa kejuaraan. Hal itu terus berlanjut hingga dia duduk di bangku sekolah dasar.
Meski masih berusia belia, dara kelahiran 27 Januari 2013 ini bisa meraih predikat juara.
Mulai dari tiga medali emas dari tiga nomor berbeda di Kejurprov 2021, dua medali emas di Kejurporv 2022, medali emas dan perak di CSWI 2022, tiga medali emas di CSWI 2023, hingga masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu di CSWI 2024.
"Dan masih ada beberapa kejuaraan lain. Beberapa waktu lalu saya juga ikut seleksi Sirnas (Sirkuit Nasional) 2024 tingkat Jatim. Ternyata saya masuk ke dalam 15 besar atlet yang akan mewakili provinsi di event utama Sirnas pada 2-7 Juli nanti," kata dara 11 tahun ini.
Disinggung soal pola latihan, Ola mengungkapkan bahwa dia sudah terbiasa dengan materi yang diberikan oleh tim pelatih.
Tapi, tetap saja ada salah satu jenis nomor dalam wushu yang menurutnya cukup sulit dikuasai.
Untuk diketahui, ada tiga nomor dalam cabor wushu. Yakni, gun shu atau jurus toya, chang quan atau jurus tangan kosong, dan dao shu atau jurus golok.
"Menurut saya yang paling sulit itu jurus golok. Karena saya sering terluka saat berlatih atau bertanding. Karena itu saya ndak terlalu suka jurus golok. Tapi, banyak yang bilang saya justru tampil paling bagus di nomor ini," ujar Ola lantas terkekeh.
Terlepas dari hal itu, anak kedua dari empat bersaudara ini menegaskan bahwa ada kendala lain yang membuatnya kadang merasa down. Itu terkait padatnya jadwal kegiatan hariannya.
Tak jarang, Ola merasa begitu kelelahan usai melakoni agenda latihan wushu, pembelajaran di sekolah, maupun jadwal kegiatan lain.
"Dari pagi berangkat ke sekolah, lalu istirahat sebentar. Setelah itu latihan wushu, les musik, les matematika, dan mengaji. Jadwalnya memang padat," ucap siswi yang duduk di tingkat V SD ini.
Meski begitu, dia tak ingin berhenti sampai di sini. Dia mengaku ingin meraih lebih banyak medali dan gelar juara di berbagai ajang lain. Termasuk ingin kembali meraih prestasi di kejuaraan Sirnas yang dihelat bulan depan.
"Kalau harapan saya, melalui wushu ini saya bisa terus jadi atlet berprestasi karena saya ingin membanggakan orang tua," tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra