Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bikin Semangat, Begini Cerita Adinda Septiani Cahyono Putri Geluti Dunia Modeling

Gunawan Rdr Tulungagung • Sabtu, 15 Juni 2024 | 15:05 WIB

 

CANTIK: Adinda Septiani Cahyono Putri berpose saat sesi pemotretan.
CANTIK: Adinda Septiani Cahyono Putri berpose saat sesi pemotretan.

Trenggalek- Dunia modeling jadi magnet bagi banyak kaum hawa. Adinda Septiani Cahyono Putri salah satunya. Warga Kecamatan Karangan itu merasa mendapatkan banyak hal positif dengan menjadi seorang model. Tak sekadar bergaya di depan kamera, tapi juga kemampuan komunikasi dengan banyak orang.  

Ketika masih SD, Adinda sudah mulai menginjakkan kaki masuk dunia modeling. Kala itu, dia ikut bimbingan khusus di salah satu agency ternama di Trenggalek. Di tempat itulah dia digembleng. Belajar tak sekadar lenggak-lenggok ataupun bergaya di depan kamera, tapi juga hal positif lainnya.   

“Diajarkan banyak materi mengenai pembentukan diri untuk menjadi seorang model profesional, seperti cara berbusana, cara merias diri, public speaking, cara berpose, dan masih banyak yang lainnya,” ujar wanita kelahiran September 2007 itu.

Adinda tak menampik abhwa menjadi model tak segampang yang dibayangkan. Dia pun memberikan contoh sederhana yakni menjaga berat badan. Itu untuk menunjang penampilan. Hal tersebut juga membuat Adinda kesulitan. “Jaga berat badan agar tetap ideal, yakni dengan cara makan makanan bergizi dan rutin berolahraga,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut wanita berparas cantik ini, salah satu faktor utama untuk bisa menjadi seorang model profesional harus bisa berpose luwes di depan kamera. Dengan begitu, bisa menghasilkan sinkronisasi harmonis dengan busana atau gaun yang kita kenakan. “Jadi bisa memadukan antara busana dan gaya saat di depan kamera,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, siswa kelas X SMAN I Karangan Trenggalek ini mulai merasakan buah manis dari kerja kerasnya. Dia cukup dikenal make-up artist (MUA) di Trenggalek. Dengan begitu, banyak tawaran menjadi model rias dan peraga busana dalam berbagai event. Baik dalam kota maupun luar daerah.

Terkait suka duka menjadi seorang model, Adinda tak menampik hal tersebut selalu ada. Hujatan sering didapat. Namun itu justru membuat dirinya semakin kuat. “Hujatan dijadikan koreksi untuk memperbaiki diri. Tidak mudah puas dengan pencapaian hingga detik ini, dan masih banyak hal yang harus terus dipelajari,” jelas dara berusia 16 tahun itu.

Baginya, kini dia harus terus banyak belajar. Termasuk dari pengalaman. Sebab, pengalaman sangat berharga. Tak terkecuali saat mengikuti event di berbagai daerah. Bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang menjadi hal yang luar biasa.

Adinda juga sadar statusnya sebagai pelajar. Karena itulah, dia berupaya mengatur waktu sebaik mungkin. Ini agar jadwal sekolah tidak bentrok dengan kegiatan modeling. Dia juga rajin berkomunikasi dengan kedua orang tua. Arahan serta bimbingan tetap didengar dan dipatuhi. Komunikasi dengan para senior dan guru di sekolah juga kerap dilakukan agar bisa memcahkan permasalahan yang ada.

“Saya bersyukur dengan apa yang sudah diraih sekarang. Semoga bisa menginspirasi teman-teman yang lain untuk berkarier dan berprestasi di usia pelajar, tanpa meninggalkan tugas utama sebagai seorang pelajar yaitu belajar,” tandasnya. (gun/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#model #trenggalek #gaya #mua