Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berawal dari Obrolan Iseng, Mahasiswa UIN Tulungagung Sukses Jadi Owner Warung Kopi di Usia Muda

Intan Puspitasari • Rabu, 10 Juli 2024 | 21:14 WIB
GAYENG : Saiqu Alqurni menceritakan perjalanannya merintis usaha
GAYENG : Saiqu Alqurni menceritakan perjalanannya merintis usaha

Ditulis oleh : Zahwa Rizqika Aini
TULUNGAGUNG – Warung kopi telah menjadi tren pada masa pasca covid-19 di Tulungagung. Hal ini dimanfaatkan oleh salah satu mahasiswa UIN Tulungagung, Saiqu Alqurni, untuk membuka usaha angkringan.


Awalnya, Saiqu Alqurni bersama teman-temannya memiliki ide secara tiba-tiba untuk membuat warung kopi karena celetukan iseng. Apalagi saat itu warung kopi sedang tren bagi mahasiswa maupun anak muda. Saiqu ingin memfasilitasi orang-orang yang gemar ngopi dengan konsep dan tema yang unik. Hingga pada akhirnya mereka mendirikan warung kopi ini.


Warkop dengan konsep angkringan ini bernama “Punden.id”. Usaha yang telah ditekuni Saiqu Alqurni dan rekan-rekannnya sejak tahun 2021 silam terletak di Jalan MT Haryono Kecamatan Kedungwaru. Saiqu mengaku tidak ada salah satu warung kopi maupun tokoh untuk dijadikan inspirasi. Ia hanya melihat minat pasar dan mengikuti tren yang ada untuk menjadi sumber referensi. Setelah sumber-sumber dikumpulkan, Saiqu mencoba memperbarui dan mengubah konsep dengan hal yang unik.


“Jadi kita, Punden ini nggak membuat konsep dari awal. Kita mengikuti tren yang ada terus diadopsi, diedit sedikit akhirnya dijadikan,” ujarnya, Kamis (20/6/2024).
Mulai dari pemilihan nama, warung kopi ini memiliki filosofi yang cukup menarik. Meski setelah tiga minggu berdiri belum memiliki nama, pada akhirnya “Punden” adalah nama yang terpilih.

Saiqu dan rekan-rekannya memutuskan untuk memberi nama tersebut agar membuat orang-orang penasaran dengan warung kopi ini yang menurut istilah arti nama “Punden” adalah tempat keramat. Laki-laki berusia 21 tahun ini ingin menarik pelanggan dengan ide nama dan logo yang distingtif sehingga mereka akan datang meski sekadar penasaran.


Karena persaingan semakin ketat, owner warkop Punden ini juga mempromosikan warung kopinya melalui media sosial untuk menggait engagement yang luas dan menarik rasa ingin tahu pelanggan khususnya di area Kedungwaru. Media sosial yang digunakan yaitu Instagram dan tiktok.

Pada kedua media sosial, konten yang diunggah pun berbeda. Akun Instagram berisi konten-konten lucu, daily activity, live report, yang ditujukan untuk menarik jangkauan orang-orang agar selalu menonton konten di akun tersebut. Sementara di akun Tiktok, konten-konten yang diunggah berisi menu yang tersedia di warung kopi ini.


Pada awal berdirinya warung kopi, Saiqu kerap kesulitan mengatur waktu untuk mengurus angkringan dan menjalankan tugas sebagai seorang mahasiswa. Ditambah saat itu ia belum memiliki karyawan. Namun seiring berjalannya waktu, anak muda inspiratif ini dapat melakukan keduanya secara bersamaan dengan cara membuat sistem.

Ketika sistem tersebut sudah berjalan, tugasnya tidak terlalu berat. Sistem yang Saiqu bersama owner lain terapkan diantaranya mengembangkan SDM, produksi, konsep, marketing dan lain-lain. Dirinya juga membangun skala prioritas untuk mempertimbangkan mana yang seharusnya diutamakan terlebih dahulu. Khusunya ketika terdapat jadwal kuliah yang wajib dan harus selalu didahulukan.


“Jadi kita harus punya skala prioritas, oh ini harus diprioritaskan. Oh, ini kuliah ini harusnya masuk wajib, jadinya Punden minggir sejenak,” tambahnya, Kamis (20/6/2024).
Saat ini Saiqu telah memiliki enam orang karyawan tetap yang bekerja menurut pembagian shift.

Baginya bisnis warung kopi merupakan salah satu bisnis yang ringan. Selama mempunyai karyawan yang dapat diandalkan serta memberikan standart operasional yang ada, dirinya tidak perlu memantau terus menerus sehingga dapat melakukan kegiatan yang lain. Selain itu, Tulunggagung merupakan tempat yang pas untuk membuka usaha warung kopi karena minat bagi penduduknya sangatlah tinggi.


Di tengah kesibukannya menjadi mahasiswa, Saiqu ingin mencoba hal baru bersama teman-temannya untuk mendirikan warung kopi. Alasan yang paling utamanya adalah ekonomi. Baginya jika terus mengandalkan orang tua, dirinya tidak akan bisa mengerti rasanya mencari uang sendiri. Alasan yang kedua yaitu soal usia. Selagi masih muda, ia akan memaksimalkan untuk mengisi waktu.


“Mumpung kita masih muda, itu bagaimana kita memaksimalkan hal-hal produktif untuk mengisi waktu di usia muda. Jadi kita tidak menghambur-hamburkan waktu, kita sengsarakan dulu di usia muda,” ujar Saikhu, Kamis (20/6/2024).


Masa muda merupakan masa yang sangat disayangkan untuk dilewatkan tanpa kreativitas. Saiqu pun menyampaikan untuk jangan takut gagal. Ketika masih usia muda seharusnya seseorang berusaha untuk mencobanya.


“Ada waktu di usia muda, maksimalkan. Jangan takut-takut. Toh kalau gagal kita kan masih panjang umurnya. Nanti kalau gagal di umur 50 tahun gitu kan udah agak sulit. Jadi jangan takut gagal, terus tantang lebih dalam lah,” ungkapnya memotivasi, Kamis (20/6/2024).

 

Editor : Intan Puspitasari
#Saiqu Alqurni #UIN Satu Tulunggagung