Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Identifikasi Aksara Kawi dalam Situs Bersejarah Tulungagung

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 16 Juli 2024 | 19:02 WIB
Salah satu anggota Komunitas Kulon Wilis sedang mengidentifikasi Aksara Kawi pada salah satu prasasti di Tulungagung.
Salah satu anggota Komunitas Kulon Wilis sedang mengidentifikasi Aksara Kawi pada salah satu prasasti di Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Puluhan pegiat budaya yang tergabung dalam komunitas Kulon Wilis berkunjung ke beberapa situs bersejarah di Kabupaten Tulungagung.

Adapun kunjungan tersebut untuk mempelajari Aksara Kawi yang terukir di prasasti yang ada di Tulungagung.

Sebanyak 64 pegiat aksara kawi dari seluruh daerah berkunjung untuk mempelajari Aksara Kawi.

Selain memiliki arti, Aksara Kawi yang ada di prasasti juga ditulis dengan penanggalan yang begitu akurat.

Pengajar Aksara Kawi, Sugeng Riyadi mengatakan, komunitas Aksara Kawi Kulon Wilis ini terbentuk ketika dia dan beberapa rekannya membuka kelas untuk belajar bahasa Kawi.

Setelah segala piranti dipersiapkan, dia mulai menyebar formulir pendaftaran ke media sosial.

Tentu aksara kawi yang terkenal sulit untuk dipelajari ini memikat banyak peminat di seluruh Indonesia.

Bahkan terdapat pendaftar dari Jakarta, Bogor, Jogjakarta, Lombok dan Bali untuk belajar Aksara Kawi.

“Kalau yang dari sini itu ada yang dari Ponorogo, Trenggalek, Blitar dan Kediri. Alhamdulillah banyak yang antusias dengan kelas aksara kawi ini,” jelasnya Minggu (14/7/2024).

Kini kelas aksara kawi telah berkembang dengan jumlah angkatan sebanyak 26 angkatan.

Adapun jumlah pegiat aksara kawi yang mengikuti kegiatan di Tulungagung ada 64 orang.

Menurutnya kegiatan di Kota Marmer ini bertujuan untuk mempraktekan secara langsung pembelajaran aksara kawi yang telah dipelajari oleh puluhan peserta tersebut.

Pasalnya selama ini kelas aksara kawi berlangsung secara online.

“Ya karena dari berbagai wilayah, kita belajarnya secara online. Ada 8 kali pertemuan selama satu bulan,” ucapnya.

Adi sapaan akrab pria tersebut mengaku apabila mempelajari aksara kawi hanya membutuhkan waktu selama 8 kali pertemuan.

Tentu hal ini dibarengi dengan rasa ingin tahu yang kuat untuk dapat memahami Aksara Kawi.

Seperti yang diketahui, aksara kawi kerap tersemat dalam sejumlah prasasti peninggalan nenek moyang.

Menurutnya banyaknya prasasti yang ada di Tulungagung menjadi tempat yang bagus untuk mempraktekan pembelajaran Aksara Kawi.

“Ya seperti di prasasti lawadan itu juga ditulis menggunakan aksara kawi. Jadi kita dapat mengidentifikasi secara langsung, selama ini kan hanya contoh dari gambar,” paparnya.

Selain menjadi ajang praktek, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan oleh peserta untuk bersua dengan anggota lain, mengingat kelas Aksara Kawi dilakukan secara online tanpa tatap muka.

“Betul juga sebagai ajang silaturahmi juga, karena ada peserta yang berasal dari luar wilayah,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#situs bersejarah #aksara kawi #Pegiat