Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perjuangan M. Latiful Habibi Raih Juara di Asia Road Cycling Championship 2024, Dua Kaki Kram, Tetap Ngebut Sampai 150 Kilometer

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 23 Juli 2024 | 20:53 WIB
GIGIH: M. Latiful Habibi meraih prestasi dalam kejuaraan Asia Road Cycling Championship 2024, Juni lalu.
GIGIH: M. Latiful Habibi meraih prestasi dalam kejuaraan Asia Road Cycling Championship 2024, Juni lalu.

TULUNGAGUNG - Bumi Lawadan tak pernah kehabisan atlet berbakat. Teranyar, putra daerah, M. Latiful Habibi melambungkan nama Indonesia usai keluar sebagai juara di ajang balap sepeda, Asia Road Cycling Championship 2024 di Almaty, Kazakhstan.

Gemercik air aquarium terdengar lirih di ruang tamu bercat putih itu. Di ruangan itu, Habibi banyak bercerita soal pengalamannya bertanding di ajang balap sepeda tingkat internasional yang digelar pada 5-12 Juni lalu.

"Saya bertanding di nomor road race dengan rekan satu tim sebanyak teridir dari empat orang," kata remaja yang tinggal di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru ini.

Total ada sebanyak 80 peserta dari berbagai negara se-Asia yang ambil bagian di kejuaraan itu kemarin.

Dalam tim, Habibi bertindak sebagai penarik. Sehingga, dia harus jeli dalam melihat pergerakan tim lawan. Di sisi lain, remaja berambut ikal ini juga harus memastikan para pemain di dalam timnya masih dalam jarak aman.

"Lawannya juga berat. Apalagi cuaca di sana cukup panas," ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Perlu diketahui, panjang lintasan yang harus dilalui para peserta sepanjang 130 kilometer (km). Bentang Kota Almaty, Kazakhstan, didominasi oleh kontur pegunungan.

Ditambah lagi cuaca yang terik mengharuskan pembalap pandai-pandai mengatur nafas, energi, dan strategi. Bahkan, Habibi mengaku sempat mengalami kram otot di kedua kakinya. Tepatnya, di km 80.

"Di sana pas musim panas, sehingga mudah kram. Saya kram pas balapan di kilometer 80. Tapi, tetap saya paksa sampai finis. Bahkan, saat menanjak juga tetap saya paksa. Begitu turunan saya mulai sedikit mengistirahatkan kaki agar bisa recovery," kata siswa tingkat IX di SMA Diponegoro ini.

Meski harus menahan sakit, Habibi dan tim jadi kontestan nomor wahid yang mampu menyentuh garis finis. Pengalaman  ini dia maknai sebagai pelajaran berharga dalam hidup. Yaitu, untuk terus berjuang hingga akhir dalam kondisi apapun.

"Alhamdulillah, saya sangat senang karena bisa membawa Indonesia juara di kancah internasional," sebutnya dengan nada haru.

Tapi, etape remaja 18 tahun ini di dunia balap sepeda belum selesai sampai di sini. Sebab, ada banyak impian dan prestasi lain yang ingin dia capai. Di antaranya, kembali mewakili Indonesia di ajang SEA Games dan Asian Games.

"Iya. Masih banyak yang ingin saya capai. Karena itu saya sangat berterima kasih kepada orang tua, pelatih, dan orang-orang yang mendukung saya sampai di titik ini. Semoga ke depan saya bisa menjadi lebih baik lagi," tandasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#M Latiful Habibi #features