Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Atasi Masalah Urine Sapi, Dua Pelajar SMAN 1 Kedungwaru Raih Juara 1 pada Ajang Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:34 WIB
MEMBANGGAKAN: Dua pelajar SMAN 1 Kedungwaru raih prestasi di tingkat nasional.
MEMBANGGAKAN: Dua pelajar SMAN 1 Kedungwaru raih prestasi di tingkat nasional.

TULUNGAGUNG - Berniat mengatasi permasalahan lingkungan, dua pelajar dari SMAN 1 Kedungwaru berhasil menorehkan prestasi juara satu pada ajang karya tulis ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas Padjajaran Jawa Barat pada Sabtu (1/6/2024).

Kedua pelajar ini yakni Fahima Diniya asal Kelurahan Sembung Kecamatan/Kabupaten Tulungagung dan Dimas Arfiano asal Desa Pinggirsari Kecamatan Ngantru Tulungagung.

Permasalahan urine sapi acap kali menjadi permasalahan bagi para peternak sapi. Beragam riset guna memanfaatkan limbah feses sapi pun terus berkembang hingga sekarang.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh dua pelajar asal SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Bahkan kedua pelajar ini berhasil menjadi juara satu pada ajang karya tulis ilmiah tingkat nasional di Universitas Padjajaran.

Sebuah ide untuk memanfaatkan urine sapi ini muncul ketika Fahima Diniya mendapati urine sapi yang dibiarkan mengalir begitu saja oleh para peternak sapi. Padahal urine sapi memiliki kandungan nitrogen, fosfor dan kalium yang bagus digunakan untuk perkembangan tanaman.

“Kalau fases sapi sudah banyak pemanfaatannya, nah urine sapi ini masih belum. Jadi urine sapi ini dibiarkan mengalir saja oleh peternak, padahal mengandung nitrogen, fosfor dan kalium yang bagus bagi tanaman,” jelasnya Senin (5/8/2024).

Awalnya percobaan pemanfaatan urine sapi ini diujikan ke tanaman tomat. Dengan dibantu Dimas Arfiano, penelitian ini pun berjalan lancar. Hasil uji dari penelitian pemanfaatan urine sapi pada pertumbuhan tanaman tomat pun membuahkan hasil yang signifikan.

Baik dari tinggi pohon, daun dan jumlah buah yang dihasilkan meningkat. Tentu untuk menentukan ide dalam sebuah penelitian, kedua pelajar ini berniat untuk mengatasi permasalahan di sekitar.

“Kita lihat permasalahan di sekitar dan kepikiran untuk memanfaatkan urine sapi ini. Akhirnya kita uji ke tanaman toman, kita tulis sesuai sistematika lalu diajukan,” ucapnya.

Hasil dari karya tulis ilmiah kedua pelajar SMAN 1 Kedungwaru ini pun berhasil lolos dari tahap seleksi.

Pada tahapan ini, kedua pelajar tersebut harus menghadiri kegiatan lomba karya tulis ilmiah di Universitas Padjajaran Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Permasalahan jarak tidak menjadi penghalang bagi kedua pelajar ini.

“Naik kereta itu sekitar 10 jam. Tapi sayangnya pengumuman juaranya itu sore, sedangkan kita sudah beli tiket pulang itu siang,” paparnya.

Akibat kendala tiket pulang, kedua pelajar yang akrab disapa Fahima dan Dimas ini memutuskan untuk beranjak pulang. Ketika tiba di peron untuk menunggu kereta api yang akan mengantarkan pulang, pesan di gawai pun berdering. Isi pesannya menyatakan bahwa kedua pelajar ini berhasil memenangkan kejuaraan karya tulis ilmiah tersebut.

“Dimas buka handphonenya dan dilihatkan ke saya, ternyata juara satu. Langsung semuanya histeris, saya, dimas, pembina dan ayah saya juga nangis tidak menyangka,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Universitas Padjadjaran #SMAN 1 Kedungpring