Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejak SMP Jadi Guru Mengaji, Mahasiswa Tulungagung Beri Alasan Memotivasi

Henny Surya Akbar Purna Putra • Rabu, 7 Agustus 2024 | 18:41 WIB

Foto Triana saat mengajar mengaji
Foto Triana saat mengajar mengaji

TULUNGAGUNG – Mengaji merupakan salah satu kegiatan untuk memperdalam ilmu agama bagi umat islam.

Semakin berkembangnya era, budaya belajar mengajar mengaji hampir musnah keharusan bagi anak-anak saat ini khususnya di usia remaja.

Namun tidak dengan Mahasiswa asal Ngujang Kecamatan Kedungwaru ini mengajar mengaji sejak duduk di bangku SMP.

Triana Mellyasari namanya. Ia adalah salah satu mahasiswa UIN Tulungagung yang memutuskan menjadi guru di TPQ dan Madrasah Diniyah.

Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) ini telah mengajar selama tujuh tahun hingga sekarang. Baginya ilmu agama sangatlah penting dalam kehidupan.

Apalagi saat ini banyak anak-anak yang belum melek ilmu agama sehingga ia termotivasi menjadi guru mengaji.

“Yang memotivasi yaitu karena ilmu agama itu sangat penting dalam kehidupan. Jadi dengan mengajar mengaji ini diharapkan anak-anak dapat belajar ilmu agama lebih dalam. Karena banyaknya anak yang belum mengerti akan ilmu agama maupun pendudukan al-Quran sehingga saya termotivasi untuk belajar dan mengajar ngaji ini,” kata Triana, Jumat (28/6/2024).

Awalnya, Triana diminta oleh salah satu guru untuk mengajar karena TPQ sedang kekurangan guru mengaji. Ditambah saat itu santri TPQ dan Madrasah Diniyah sangat banyak. Sehingga ia memutuskan untuk menjadi guru disana.

Mahasiswa berusia 21 tahun ini mengatakan, terdapat tantangan selama mengajar TPQ maupun Madrasah Diniyah.

Meski begitu, tantangan tersebut masih dapat dikendalikan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif.

“Tantangan dalam mengajar mengaji ini untuk TPQ itu karena usianya yang berbeda-beda, ada yang masih paud sampai SD kelas satu sampai dua itu ya seperti anak-anak seumurannya kan sering bermain. Jadi mungkin kalau ketika belajar sering ramai sendiri ya itu perlu diarahkan untuk diam, untuk memperhatikan," ujarnya.

Selain itu Triana juga perlu belajar sebelum mengajar santri Madrasah Diniyah karena tingkatnya pun berbeda dengan santri TPQ.

“Untuk yang madin itu karena usia remaja ya mungkin kita kan juga mengajar kitab jadi belajar lagi kitab-kitab yang sudah dipelajari, juga al-Quran kita baca lalu mempelajari tajwid-tajwidnya.” ungkapnya.

 

 

Selama ini respon masyarakat dan orang tua sangat positif. Dengan adanya pendidikan TPQ dan Madrasah Diniyah dapat membantu orang tua yang belum bisa mengajarkan putra dan putrinya ilmu agama.

Triana berpesan kepada para pemuda seusianya untuk mempelajari ilmu agama dan ilmu lainnya agar dapat berkontribusi dalam pendidikan keagamaan.

“Saran saya kepada pemuda-pemuda yaitu dengan keterampilan yang kita miliki kita bisa mempelajari ilmu agama dengan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat berkontribusi dalam pendidikan keagamaan baik diri kita sendiri maupun kepada anak. Dengan begitu kita mampu membentuk anak yang tidak hanya unggul dalam pendidikan akademik dan non akademik juga unggul dalam pendidikan keagamaan. Karena ilmu agama itu yang akan menuntun kita kepada jalan yang ditunjukkan oleh Allah,” pesan Triana.***

 

 

 

 


Tentang Penulis:

Mahasiswa PKL

Nama: Zahwa Rizqika Aini
Jurusan: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas: Ushuluddin Adab dan Dakwah
Kampus: UIN Tulungagung

 

 

 

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#motivasi #ilmu agama