Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Manfaatkan Singkong dengan Kreasi Unik, Siti Fatimah Sukses Jadi Pebisnis UMKM di Trenggalek

Henny Surya Akbar Purna Putra • Rabu, 7 Agustus 2024 | 22:38 WIB

Foto Siti Fatimah Memperkenalkan produk UMKM miliknya
Foto Siti Fatimah Memperkenalkan produk UMKM miliknya

TRENGGALEK - Siapapun bisa memanfaatkan singkong sebagai bahan baku untuk berbagai jenis makanan. Salah satunya Siti Fatimah.

Pebisnis yang satu ini tak kalah kreatif dalam mengolah singkong menjadi makanan untuk membuka usaha UMKM.

Bahkan usaha yang telah ditekuni selama bertahun-tahun ini telah memiliki nama brand, yaitu Qtello Ayu.

Awalnya, Fatimah bertemu dengan usaha olahan singkong di Salatiga. Ia menjadi terinspirasi membuka usaha dengan bahan baku singkong, apalagi tanaman singkong di desanya sangat banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan utama.

"Awal mulanya itu dulu ketemu dengan usaha di Salatiga itu usaha yang di dalamnya itu olahan dari singkong. Jadi membuat saya berpikir, di daerah saya banyak singkong jadi memilih untuk usaha Qtello Ayu ini," kata Fatimah, Selasa (02/7/2024).

Fatimah memilih nama Qtello Ayu adalah berasal dari nama 'telo' yang dalam bahasa jawa berarti singkong, dan Ayu yang berarti cantik atau indah.

Jika dipadukan nama tersebut memiliki arti makanan dari olahan singkong yang dikemas secara indah.

"Karena Qtello Ayu berbahan dasar dari singkong, diolah dengan berbagai banyak varian dikemas secara Ayu," jelas owner bisnis singkong itu.

Tak kalah dengan produk-produk yang semakin menarik, usaha UMKM makanan ini  telah memiliki varian rasa yang beragam. Itulah sebabnya Fatimah selalu berinovasi untuk mengembangkan bisnisnya.

Bisnis keluarga ini awalnya dipromosikan melalui getok tular, atau istilah lainnya dari mulut ke mulut. Semakin lama mereka pun memilih media sosial sebagai sarana promosi untuk menggaet pelanggan lebih banyak.

Inovasi Fatimah semakin berkembang. Produk yang awalnya hanya terdapat tiga varian rasa, kini semakin bertambah varian seiring berjalannya waktu, 

Ia menjadikan 9 varian sekaligus sehingga dapat dinikmati oleh pelanggan agar mereka tidak bosan dengan varian dan bentuk yang sama.

Meski semua terbuat dari singkong, rupanya rasa setiap varian dibuat memiliki ciri khasnya sendiri.

Pelanggan dapat mencicipi berbagai varian yang tersedia, mulai dari talam lapis, talam pisang, talam kukus stroberi, getuk lindri, getuk bakar, getuk gulung, sawut, sarang burung, hingga klepon.

Qtello ayu juga mengeluarkan produk baru yaitu singju, cendol ayu dan D'ayu.

Singju atau singkong keju crispy memiliki beberapa varian rasa diantaranya original, keju, balado, dan rumput laut.

Selain itu terdapat cendol ayu yang juga berbahan dasar singkong. Serta D'Ayu yang merupakan onde-onde dengan bahan dasar singkong yang memiliki banyak rasa diantaranya kacang hijau dan coklat.

Melalui ide kreatif yang semakin berkembang, jajanan yang terkenal di Trenggalek ini juga tersedia untuk acara seperti paket box, paket nampan untuk hajatan, paket tumpeng untuk ucapan hingga ulang tahun dan menerima pemesanan dengan jumlah banyak.

Selain membuka toko di rumah, Fatimah juga aktif menawarkan produknya saat event di Trenggalek.

Fatimah tidak menyangka usaha UMKM yang ia bangun telah berkembang sejauh ini hingga menjangkau berbagai kalangan masyarakat, mulai dari masyarakat menengah ke bawah, menengah ke atas, kedinasan hingga para pejabat.

Ia pun memberikan motivasi kepada para pebisnis yang ingin membuka usaha agar selalu sabar dan telaten karena berbisnis bukanlah suatu hal yang instan.

"Keberhasilan suatu usaha itu tidaklah instan, perlu proses, jadi dijalani, telaten, sabar tanpa batas," pesannya.***

 


Tentang Penulis:

Mahasiswa PKL

Nama: Zahwa Rizqika Aini
Jurusan: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas: Ushuluddin Adab dan Dakwah
Kampus: UIN Tulungagung

 

 

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pebisnis #umkm