Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Jack dari Generasi Sandwich hingga Berhasil Jadi Supplier Kafe di Tulungagung

Henny Surya Akbar Purna Putra • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 02:00 WIB
Jack saat melakukan wawancara
Jack saat melakukan wawancara

TULUNGAGUNG – Generasi sandwich adalah sebutan bagi seseorang yang berjuang untuk kehidupannya sendiri dan anggota keluarga. Jack menjadi salah satunya.

Pria asal Tulungagung ini harus bekerja ekstra untuk menopang kebutuhan hidup keluarganya di usia yang masih muda.

Sejak duduk di bangku kuliah, Jack mulai bekerja di kafe sebagai barista. Ia harus membagi waktu untuk bekerja dan menjadi mahasiswa setiap hari.

Meski berat, Jack harus melakukannya demi memenuhi kebutuhan hidup dan masa depannya. Berkat kerja kerasnya, Jack berhasil mengumpulkan upah sedikit demi sedikit untuk membiayai kuliah.

Sebagai anak muda yang ingin berjuang diatas kakinya sendiri, ia selalu berusaha lebih keras. Setelah lulus, Jack memutuskan untuk menjadi sales di salah satu mall terbesar di Tulungagung.

Selain itu ia juga bekerja sebagai penjaga kedai. Jack yang pantang menyerah selalu ingin mencari cara untuk mendapatkan pekerjaan lagi. Beruntung ia memiliki banyak teman yang mendukungnya.

Suatu saat salah satu temannya mencetuskan ide agar Jack menjadi supplier. Kebetulan temannya itu adalah seorang barista di salah satu kafe.

Ia menyarankan Jack untuk menyuplai bahan-bahan kafe meliputi teh, sirup, susu dan bahan-bahan yang serupa.

Mendengar saran itu, Jack tidak menolak ataupun menerimanya secara mentah-mentah. Ia berusaha menggali potensi-potensi yang dimiliki untuk menjadi supplier.

Setelah berpikir matang, pria lulusan kampus UIN Tulungagung ini akhirnya percaya bahwa ia mempunyai cukup bekal untuk mengambil pekerjaan yang mengharuskannya berinteraksi dengan banyak orang.

Selama di kampus Jack telah diajarkan banyak hal yang berhubungan dengan masyarakat. Apalagi ia pernah mengikuti beberapa organisasi sehingga cukup terlatih dalam bidang public speaking dan teknik lobi.

Akhirnya pada Januari 2024, Jack mulai menekuni pekerjaan menjadi supplier. Pria yang berusia 24 tahun ini mulai mengunjungi kafe-kafe untuk menawarkan diri menyuplai bahan yang mereka butuhkan.

Perlahan Jack mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya. Ia melakukan tiga pekerjaan sekaligus di tempat yang berbeda dalam satu hari.

Tetapi suatu hari Jack harus menerima kenyataan pahit karena diberhentikan menjadi sales di mall. Perasaan kecewa pasti ada. Tetapi Jack harus tetap tabah meski kehilangan salah salah satu pekerjaannya.

Menjadi pebisnis memang tidak selalu berjalan mulus. Begitu juga Jack. Saat awal Jack merintis, beberapa pemilik kafe masih kurang percaya dengan kualitas bahan-bahannya. Apalagi melihat Jack masih pemula.

Menghadapi dugaan tersebut, Jack menjadi semakin bersemangat dalam membangun kepercayaan pelanggan.

Tak jarang ia menemui pemilik kafe secara langsung untuk mengobrol tentang keluh kesah harga baru mengenai pasokan bahan di kafe tersebut.

Selain berbicara soal bahan kafe, Jack seringkali saling berbagi cerita tentang kehidupan.

Kegiatan itu dilakukan pada malam hari karena pagi hingga siang ia harus mengantar bahan-bahan ke customer. Itulah cara yang Jack lakukan untuk membangun relasi dengan pelanggannya.

“Untuk treatment saya sendiri saya lakukan setiap malam dalam artian saya selalu berkunjung ke kafe-kafe yang saya suplai di pagi hari. Dan saya bertemu dengan pelanggannya, saya ngopi di sana untuk mendekatkan secara emosional,” jelasnya pada Selasa, (16/7/2024).

Jika dilihat dari kacamatanya, Jack masih terbilang pemula di dunia bisnis ini. Kesulitan atau tantangan terbesarnya adalah mitra-mitra yang ada di Tulungagung.

Tantangan lainnya adalah ketika Jack melobi owner-owner yang masih belum pernah ia kunjungi dan belum mengenalnya.

Selain itu, Jack harus mengatur waktu di setiap jam kerja mulai pukul jam 8 pagi hingga malam hari karena ketersediaan pasar sangat banyak.

Bagi Jack berbisnis harus memiliki relasi yang luas. Oleh sebab itu, sebagai anak muda ia berteman dengan banyak orang.

Ketika ia berbisnis pun sudah seharusnya menjadi tempat bercerita. Bukan hanya membahas soal uang, tetapi tentang kehidupan.

Saat ini target pasar Jack hanya kedai dan kafe di Tulungagung. Baginya, tidak perlu memiliki target yang terlalu tinggi karena masih pemula. Jack mengaku, ia masih perlu banyak pengembangan yang dilakukan.

Dalam menjalankan bisnisnya itu, Jack selalu berinovasi untuk selalu menjual dengan harga yang paling rendah sehingga ia berupaya untuk mendapatkan tangan pertama dari pabrik.

Jack berencana mengembangkan usahanya untuk jangka panjang. Ia ingin memiliki toko kelontong yang fokus kepada bahan-bahan. Jika itu berhasil, ia ingin mengundang temannya untuk berbisnis bersama.

Bagi Jack, motivasi terbesarnya adalah keluarga. Itulah yang membuatnya memiliki jiwa tangguh dan semangat juang tinggi. Sebagai salah satu orang yang menjadi generasi sandwich, jack tidak merasa terbebani.

Kini ia mendapatkan impact dari kerja keras dan doanya. Bisnis yang ditekuninya ini menjangkau banyak pelanggan hingga setiap harinya Jack menempuh kurang lebih 15 kafe dan secara keseluruhan terdapat puluhan kafe yang ia suplai.

Kisah Jack dapat memotivasi banyak orang untuk selalu bekerja keras dan pantang menyerah.

Ia juga tidak merasa keberatan jika harus menjadi tulang punggung keluarga. Justru ia merasa bangga karena bisa melakukannya untuk mereka.

"Cobalah memulai suatu hal baru. Temukan relasi mu, temukan jati dirimu dan perbanyaklah teman-teman dalam artian relasi yang mungkin menunjang suatu atau bentuk kreativitasmu dalam artian hardskill, softskill dan juga karya-karya yang akan kalian tampilkan di kehidupan yang akan datang. Karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan dan tiada karya mati tak berguna." pesan Jack menginspirasi.***

 

 


Tentang Penulis

Mahasiswa PKL

 

Nama: Zahwa Rizqika Aini
Jurusan: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas: Ushuluddin Adab dan Dakwah
Kampus: UIN Tulungagung

 

Foto oleh: Fadzil Muhammad Noor, Achmad Darul Faizin

 

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#motivasi #Generasi Sandwich