TULUNGAGUNG - Pantang pulang sebelum padam menjadi jargon yang mendarah daging bagi personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tulungagung.
Pelayanan 24 jam secara gratis pun tetap disiagakan untuk memadamkan api di musim kemarau panjang ini.
Berjajar mobil pemadam dan mobil water supply selalu siaga terparkir di halaman kantor Damkar Tulungagung.
Tak hanya itu, personel setiap regu pun tampak bersiap ketika ada panggilan pemadaman api secara mendadak.
Sekertaris Damkar Kabupaten Tulungagung, Dwi Joko mengatakan, mobil pemadam serta mobil water supply selalu disiapkan dalam keadaan prima.
Bahkan pengecekan sarana prasarana guna memadamkan api tersebut selalu dilakukan setiap pergantian regu.
Diketahui kini jumlah mobil pemadam di Damkar Tulungagung berjumlah 3 unit dan mobil water supply berjumlah 2 unit.
“Setiap pergantian regu itu pasti dicek semua keadaan mobil pemadam dan mobil water supply. Mulai dari menghidupkan mesin sampai memastikan kondisi angin disetiap bannya,” jelasnya Rabu (4/9/2024).
Kemudian untuk personel yang bertugas disetiap regu setidaknya ada 8 personel yang terbagi menjadi 3 regu.
Yang mana jumlah keseluruhan personel Damkar Tulungagung ada 24 personel. Diketahui pergantian regu siaga ini dilakukan pada pukul 07.00 WIB dan 19.00 WIB.
Setiap personel pun disiagakan sedemikian rupa agar dapat langsung bertugas saat ada laporan kejadian kebakaran di seluruh wilayah Tulungagung.
Diketahui respon time personel Damkar untuk bergegas ke lokasi sekitar 15 menit. Mengejar respons time tersebut, tentu banyak resiko yang harus dihadapi, tak terkecuali bertaruh nyawa.
“Jadi respons time kita itu 15 menit. Ya setiap personel harus siaga saat bertugas, sehingga bisa langsung menuju lokasi ketika ada laporan,” ucapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk melaporkan adanya peristiwa kebakaran.
Sebab pelayanan pemadam kebakaran ini bersifat gratis untuk seluruh masyarakat Tulungagung.
Menurutnya masih ada masyarakat yang beranggapan bahwa pelayanan pemadaman itu berbayar.
Padahal pihaknya tidak mematok harga sama sekali, karena itu sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Masih ada yang beranggapan kalau pelayanan kita itu berbayar, padahal gratis,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra