Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nurul Sri Hardiyanti, Ibu Persit yang Jago MC dan Voice Over

Titin Ratna Rahayu • Minggu, 8 September 2024 | 02:37 WIB

 

 

BERSAHAJA: Nurul Sri Hardiyanti disela kesibukannya sebagai Ibu Persit.
BERSAHAJA: Nurul Sri Hardiyanti disela kesibukannya sebagai Ibu Persit.

TRENGGALEK- Pembawaannya selalu ceria, murah senyum, dan ramah. Tak heran, ternyata suasana renyah dari Ibu Persit (Persatuan Istri Tentara) ini karena pengalamannya malang melintang sedari kuliah dan aktivitas di dunia kerjanya.

Dialah Nurul Sri Hardiyanti ST MSc MEng yang tak lain Ketua Persit KCK Kodim Trenggalek. Selain kepiawaiannya menjadi MC di event-event di lingkungan kantornya sebagai ASN di Pemkot Malang, suaranya juga sering mengisi video profile sebagai voice over talent.

Terbaru, warga Trenggalek melihat aksi perempuan cantik ini saat menjadi MC di acara Gala Dinner Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berlangsung di Tebing Kepuh, Gandusari, Trenggalek, beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya di luar dugaan atas permintaan Pak Bupati Trenggalek. Saya juga nggak tahu Pak Bupati tahu dari mana kalau saya sering MC di kantor. Menerima tawaran itu karena menjaga hubungan baik kami sebagai bagian dari forkopimda yang alhamdulillah sangat harmonis di Trenggalek ini. Seperti saudara semua," ucap alumnus S-2 double degree jurusan Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada dan Urban Management and Development-Institute of Housing and Urban Studies (IHS) Erasmus University of Rotterdam, Belanda, ini.

Walau mengaku awalnya agak deg-degan karena harus berpasangan dengan Zanza Bella, penyiar TV nasional yang belum dia kenal sebelumnya, tapi setelah semalaman ngobrol juga paginya, akhirnya ternyata keduanya ada chemistry.

"Ya banggalah bisa satu panggung bareng penyiar TV nasional di acara yang bergengsi seperti APKASI," lanjut perempuan yang memang senang dunia broadcasting sejak di bangku SMP ini.

Jebolan S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang, ini mengaku mengenal dunia MC sejak di kampus. Kala itu, banyak tawaran menjadi MC hiburan event anak band karena saat itu juga menjadi penyiar radio.

Kemudian bertambah pengalaman menjadi MC formal sejak menikah atau saat setelah dirinya menjadi Ibu Persit. "Masih ingat sebenarnya tahun 2009 ada kunjungan KASAD di Kodam VII/Wirabhuana (sekarang Kodam XIV/Hasanuddin), diikutkan Ibu Ketua saya seleksi MC kunjungan," tutur Nurul.

Dari niatan gugur wajib, karena merasa MC formal militer itu berbeda dengan nge-host, tak disangka Nurul malah lulus. "Sejak itu akhirnya sering ditugaskan jadi MC formal dan nonformal," ucap perempuan yang tak lain adalah istri dari Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto SSos MA.

Akhirnya berimbas sampai ke dunia pekerjaan sebagai ASN, dan etiap kali ada event di kantor selalu diminta menjadi MC. "Jadi lebih karena pengalaman dan sering diminta jadi MC yang menempa," tutur perempuan berhijab yang juga mantan penyiar Radio PPI Belanda ini.

Kalau VO sendiri, Nurul mengaku  tidak sengaja pada tahun 2019 ketika baru pindah tugas ke Pemkot Malang ada tugas tambahan untuk mengelola Instagram resmi kantor dan membuat konten. Berbekal pengalaman ketika kala masih menjadi penyiar radio dan iklan-iklan radio, dia memakai teknik-teknik itu untuk konten video-video kantor.

"Terus jadi berlanjut ke video-video musrenbang, video inovasi daerah yang ikut perlombaan pemerintah kota di tingkat nasional," jelasnya.

Di tahun 2021, Nurul ingat ditawari teman ikut challenge jadi VOT (voice over talent). "Alhamdulillah, beberapa brand nasional memilih suara saya, terus keterusan sampai sekarang," ucapnya.

Namun, kini dengan kesibukannya, apalagi ketika suami kini posisi sebagai seorang komandan, Nurul otomatis menjadi Ketua Persit. Ada tanggung jawab jabatan yang sedang diemban. "Jadinya sekarang saya lebih selektif dan nggak semua project diterima, biar bisa bagi waktu antara keluarga, pekerjaan, Persit, dan passion saya di dunia broadcasting atau voice over," pungkas Nurul. (tin/c1/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#master of ceremony #trenggalek #Voice #persit