Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenal Balap Sejak Kecil, Rafif Pembalap Cilik Asal Tulungagung Miliki Segudang Prestasi

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 9 September 2024 | 02:46 WIB
Rafif Sadya Baihaqi Rizqi, pembalap cilik asal Tulungagung yang memiliki banyak prestasi.
Rafif Sadya Baihaqi Rizqi, pembalap cilik asal Tulungagung yang memiliki banyak prestasi.

TULUNGAGUNG - Pembalap cilik dengan perawakan tinggi dan energik terpancar pada Rafif Sadya Baihaqi Rizqi saat naik podium event balap kancah nasional.

Terakhir, anak berusia 11 tahun ini berhasil menyabet juara 1 kelas bebek 4 tak 150 cc Begginer dalam event Matapanah 2 Straight Race (M2SR) di Stadion Menak Sopal Trenggalek.

Didik sang ayah, Ahmad Baehaki, membuat Rafif Sadya Baihaqi Rizqi mengenal dunia balap sejak usia 4 tahun.

Bahkan Rafif Sadya Baihaqi Rizqi sudah mengikuti berbagai kejuaraan balap saat berusia 5 tahun. Berbagai prestasi pun berhasil diraih oleh bocah satu ini.

Awalnya Rafif Sadya Baihaqi Rizqi memulai karir balapnya dari Pocketbike. Andil sang ayah pun sangat mempengaruhi Rafif untuk disiplin dalam hobi balapnya tersebut.

Satu tahun berlalu, Rafif mulai menunjukkan bakatnya di dunia balap. Buktinya dia dapat meraih Juara 1 pada ajang Pocket Bike diusia 6 tahun. Setelah itu, bakatnya dalam dunia balap pun mulai moncer.

"Usia 6 tahun mulai sering Juara 1 Pocket bike, berlanjut usia 7 tahun sering juara umum. Bahkan juara umum di Event Lenka di Jakarta, waktu itu di Sirkuit Sentul," jelas Ahmad Baehaki, Minggu (8/9/2024).

Dengan bakat yang dimiliki, kini Rafif telah tergabung dalam Club Risqy Trans Family's. Yang mana saat berumur 6 tahun, Rafif telah memulai karir balapnya dengan motor besar bebek 150 cc, Sport CBR dan R15.

Pria asal Desa Pojok Kecamatan Ngantru Tulungagung ini mengaku, butuh waktu 6 sampai 10 bulan untuk membentuk mental anak.

Tak hanya mental untuk bersaing, pelatihannya juga sekaligus melatih untuk bisa seperti sekarang dengan segudang prestasi.

"Kalau Juara Pocket Bike kurang lebih 5x juara umum. Termasuk tahun 2022 Juara Umum Event Lenka di Jakarta, untuk juara 1 sekitar 380an piala mas," ucapnya.

Selain kejuaraan tersebut, Rafif juga sempat meraih kejuaraan motor besar Motoprix. Tentu event ini merupakan salah satu event bergengsi di dunia balap.

Tak hanya itu, Rafif juga berhasil meraih kejuraan pada ajang Kejurprov hingga M2CR.

"Dari Juara 1 sekitar 18 piala, Juara 2 sekitar 4 piala serta untuk posisi juara 3, 4, atau 5 lebih sedikt mas," paparnya.

Lanjut dia, Rafif tahun kemarin juga mengikuti Motoprix 2023 namun tidak full seri, melainkan hanya 2 seri. Kemudian untuk tahun ini, untuk motor besar Kejurprov Rafif masih poin pertama.

"Jadi masih dua seri, itu kan juara 1 terus ke satu satu untuk tahun pertama. Jadi mungkin 2024 ini kita main moto prix itu kemarin juara 6 di Subang, sekitar 22 pembalap kalau Kejurpov dia poinnya masih kesatu, poinnya 50," ungkapnya.

Dalam setiap event, sebagai ayah sekaligus pelatih selalu menekankan kepada Rafif agar selalu bermain bagus dan jangan sampai jatuh. Ketika sudah maksimal segitu, segitu saja, termasuk menjaga emosi selama balap motor. Tentu adrenalin sangat berpengaruh saat balapan.

"Ketika dia emosi biasanya dia jatuh mas. Setiap main balapan saya pesan yang tenang main yang bagus, jaga emosi dan ngepus tapi jangan sampai jatuh," jelasnya.

Pengarahan Rafif untuk mengikuti event balap motor ini juga termasuk sebagau pembentukan karakter. Sebab, dalam event balap dapat melatih anak dalam berbagai hal. Seperti kesabaran, kedisiplinan dan emosi.

Kendati demikian, pihaknya tetap menekankan Rafif agar fokus dalam perkembangan dan pendidikannya.

Pasalnya dia meyakini ketika keduanya berjalan seimbang dengan sendirinya karekter Rafif terbentuk bertambah disiplin.

Menurutnya apabila Jawa Timur Rafif bermain bagus secara konsisten bisa mendapat tiket untuk event nasional bergengsi.

"Kalau itu konsisten insyaallah besok bisa diambil PON sudah ada wacana dari Pemprov ini," imbuhnya.

Dia berpesan kepada sang anak agar tetap menjadi pembalap terbaik Indonesia dari Jatim.

Tetap menjadi anak yang rajin sekolah dan berbakti kepada orang tua agar dia menjadi pembalap teladan Indonesia.

"Rafif Sadya anak saya yang pertama saya ajari sendiri.

Saya mengajari dan mantan pembalap juga, sampai sekarang menjadi Pelatih Mini GP dan pelatih anak anak usia Begginer, standartannya saya sendiri. Biasa melatih di Blitar dari mini gp 2017," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Rafif Sadya Baihaqi Rizqi #pembalap