Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Semangat Friska Palupi, Warga Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek Bangun Lembaga Pelatihan Kerja

Gunawan Rdr Tulungagung • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 14:15 WIB
SEMANGAT: Friska Palupi kerja keras membangun LPK untuk para calon tenaga kerja.
SEMANGAT: Friska Palupi kerja keras membangun LPK untuk para calon tenaga kerja.

TRENGGALEK- Menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri membuat Friska Palupi banyak memperoleh Pelajaran hidup. Utamanya perihal live skill atau keterampilan hidup agar bisa mandiri. Hal ini mendorong warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek itu mendirikan lembaga pelatihan kerja (LPK).

Perjuangan Friska menjadi TKW tidak mudah. Minimnya pendidikan serta live skill semakin membuatnya kesulitan. Kini, dia bertekad agar rekan sesame TKW yang akan berangkat bekerja di luar negeri tak seperti dirinya. Begitu juga ketika kembali pulang ke tanah air. Bukan hanya membawa penghasilan, namun mampu untuk bertahan. 

“Saya banyak melihat TKW yang kembali ke Indonesia tanpa bekal keterampilan yang memadai. Mereka kesulitan mencari pekerjaan yang layak,” ungkapnya.

Kondisi itu membuat Friska tercambuk. Terlebih bekerja di negeri orang tak semanis yang dibayangkan. Buktinya, cukup banyak para TKW yang terjerat kasus criminal, ataupun lainnya. Bahkan ada yang pulang dengan tangan hampa. Nah, Friska lantas berupaya membantu melalui LPK yang dibangunnya. “Dari dari situ muncul keinginan untuk membantu mereka (TKW, Red),” ujar Friska saat ditemui di LPK miliknya, beberapa waktu lalu.

Dia menceritakan, membangun LPK juga tak semudah mengedipkan mata. Faktor klasik yakni pendanaan menjadi yang tak terelakkan. Begitu juga cibiran dari para senior. Terlebih Friska bukan lulusan perkuliahan.

“Faktor umur juga, masih muda. Ini membuat senior terkesan tidak percaya terhadap kualitas juang saya,” ungkapnya.

“Tapi dari situlah jadi motivasi untuk selalu brusaha dan terus membulatkan tekad. Saya bisa dan layak untuk mendirikan sebuah LPK,” imbuh wanita ramah itu.

Meski kerap diremehkan semangat juangnya, Friska juga mengaku senang. Sebab, dia cukup banyak mendapatkan ilmu pengetahuan. Utamanya bidang penyalur tenaga kerja ke luar negeri. Begitu juga bimbingan dari para senior.

Dia berharap, LPK yang kini terus dikembangkan itu mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) siap bekerja dan professional. Selain itu, meningkatkan kompetensi calon TKW untuk memasuki dunia kerja di tingkat internasional, menanamkan sikap disiplin, kepekaan sosial, semangat nasionalisme dan patriotisme kepada seluruh TKW, serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran optimal.

Di LPK milik Friska, tersedia berbagai program pelatihan. Mulai bahasa asing, komputer, serta keterampilan khusus lainnya. Ada juga konseling dan mentoring bagi para peserta pelatihan agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja.

“Saya ingin LPK ini menjadi wadah bagi para TkW untuk mengembangkan diri dan meraih masa depan yang lebih cerah,” tandasnya. (gun/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#LPK #trenggalek #tenaga kerja