TULUNGAGUNG - Mujito, pemilik warung gedek yang dikenal dengan Pak To telah mengukir kisah selama 25 tahun di tengah kampus UIN SATU Tulungagung.
Didirikan sesaat setelah kampus UIN SATU berdiri, warung ini menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa untuk menikmati makanan lezat dengan harga yang ramah di kantong.
“Dadi ikone yo nggone bocah bocah kui pak to warung gedek, akhire kondang dadi cak to cak to nek segala unsur enek dadi yen seng nyeluk suroboyo cak to nek bocah kene pak to.” kata Mujito pemilik warung kondang yang di wawancara oleh mahasiswa magang KPI UINSATU, Senin (7/10/2024).
Warung Pak To memiliki berbagai menu khas yang disajikan dengan sayur pedasnya yang menggugah selera.
Di antara pilihan menu, terdapat nasi ayam, lele, bandeng, tongkol, pindang, dan telur, semuanya ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau tidak sampai sepuluh ribu rupiah saja per porsi.
Dengan harga semurah ini, mahasiswa bisa menikmati hidangan lezat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Pak To, pemilik warung gedek yang sudah dikenal di kalangan mahasiswa, memiliki penghasilan harian yang dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan pendapatan tersebut, ia bisa membiayai pendidikan anak-anaknya ke sekolah.
Selain itu, penghasilannya juga cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sehingga ia dapat hidup dengan tenang.
Yang lebih istimewa, Pak To memiliki kedekatan tersendiri dengan pelanggannya. Setiap kali mereka datang, ia selalu menyapa dengan ramah dan mengenali banyak dari mereka dengan baik.
Hubungan akrab ini membuat suasana di warung semakin hangat. Keterikatan emosional ini tak hanya menciptakan pelanggan setia, tetapi juga menjadikan warungnya sebagai tempat berkumpul yang penuh kehangatan.
Atmosfer tradisional yang kental membuat pengunjung betah berlama-lama. Selama bertahun-tahun, Warung Pak To telah menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa, tempat berdiskusi, hingga sekadar melepas penat setelah kuliah. Dari pagi hingga sore hari, warung ini tak pernah sepi pengunjung.
Mujito, dengan keramahan dan senyumnya yang hangat, selalu siap melayani pelanggannya. Tak hanya mahasiswa, warung ini juga menjadi tujuan bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan.
Banyak pengunjung yang berhenti untuk mengisi perut di Warung Pak To, menjadikannya tempat singgah yang nyaman bagi siapa saja.
Kini, Warung Pak To bukan sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari sejarah kampus yang tak terlupakan.
Banyak dari mereka merasa Warung Pak To adalah rumah kedua, di mana mereka bisa bertukar pikiran dan menjalin persahabatan.
Para mahasiswa baru pun diajak untuk merasakan kehangatan dan kenyamanan yang ditawarkan. Jadi, jika kamu berkunjung ke UIN Tulungagung, jangan lupa mampir ke Warung Gedek Pak To dan rasakan kenikmatan serta kehangatan yang menjadi ciri khas warung ini.***
Penulis: Moch Arbi Ramadani
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra