Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rudy Kurniawan dan Melania Evalen, Pasutri Sukses Berbisnis Kuliner Ratu Seblak di Trenggalek

Gunawan Rdr Tulungagung • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 13:20 WIB

 

 

KOMPAK: Melania Evalen dan suaminya Rudy Kurniawan  saat berada di tempat produksi seblak.
KOMPAK: Melania Evalen dan suaminya Rudy Kurniawan saat berada di tempat produksi seblak.

TRENGGALEK- Seblak sudah tak asing ditelinga warga Bumi Menak Sopal. Makanan bercitarasa pedas dan gurih itu, ampuh menggoyang lidah. Kuliner ini pun menjadi peluang usaha yang terus dikembangkan Rudy Kurniawan dan Melania Evalen. Pasangan suami istri (pasutri) itu sukses jaga kualitas Ratu Seblak, cuan pun anti “tersedak” (berhenti).

 Setiap usaha pasti ada tantangannya. Tidak ada yang instan meraih kesuksesan. Hal ini juga dialami Melania Evalen, atau yang biasa disapa Mela. Warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan itu merintis bisnisnya yakni berjualan seblak dari nol.

Kepada Jawa Pos Radar Trenggalek, Mela berbagi kisah suksesnya. Ternyata dia mulai berjualan seblak sejak 2018. Kala itu modal yang dimiliki minim. Karena itulah, hanya berjualan di depan rumah dengan peralatan seadanya.

“Jualan seblak di depan rumah. Ditambah minuman kemasan seperti pop ice dan lainnya. Modalnya pas pasan,” ungkap alumni SMK jurusan otomotif itu.

Merasa usahanya tak segera berkembang, Mela pilih merantau ke Gresik. Dia mengadu nasib di sana. Tapi ternyata hasilnya tak seindah yang dibayangkan. Pandemi pada 2020 membuat Mela harus pulang ke kampung halaman lantara terken pemutusan hubungan kerj (PHK).

“Pulang, jualan seblak lagi sambil kerja di pabrik rokok. Pagi kerja di pabrik, sore sampai malam jualan seblak,” kata owner Ratu Seblak itu.

Pada 2021, Mela mengakhiri masa lajang. Dia menikah dengan Rudy Kurniawan. Demi mengembangkan Ratu Seblak, pasutri itu memberanikan diri menyewa rumah toko (ruko) di kawasan kota. Satu sampau dua bulan berjalan, bisnis seblak masih sepi. Namun mereka tak menyerah begitu saja. Mereka justru semakin kuat untuk terus berusaha.

Mela dan suaminya juga aktif berjualan saat ada event di beberapa tempat. Gerobak sederhana membuat mereka lebih mudah membawa barang dagangan yang nantinya diolah menjadi seblak. “Dulu pernah gerobak nyaris tergelincir, hujan petir tetap jalani. Pernah juga tidur di lapangan karena menjaga makanan agar tak kehujanan,” kenang wanita berparas cantik itu.

Sambil berjualan seblak, Mela juga menjual beragam sayuran. Barang diperoleh dari Tulungagung. Sayuran lantas dijual secara online melalui media sosial (medsos).

Nah, pada 2022 Mela dan suaminya kehabisan modal. Tak mau usaha seblaknya gulung tikar, mereka memberanikan diri meminjam uang di bank. Kala itu sebesar Rp 50 juta. Uang lantas digunakan membesarkan usaha. Salah satunya membuka beberapa cabang Ratu Seblak. Kini, sudah ada empat cabang tersebar di sejumlah titik di Trenggalek.

Hal lain yang diterapkan, yakni sistem prasmanan. Pembeli memilih serta mengambil sendiri beragam isian seblak sesuai selera. Promosi lewat medsos juga terus digencarkan, utamanya membuat konten-konten kreatif. Ini semua untuk menarik konsumen.    

Kini, semua jerih payah pasutri itu berbuah manis. Usaha Ratu Seblak semakin berkembang pesat. Omset yang diperoleh dari empat cabang tak cukup untuk menggaji karyawan. Bahkan, Mela dan suaminya bisa menyisihkan uang untuk ditabung. Bagi pasutri itu, setiap bisnis yang dijalankan membutuhkan kegigihan serta pantang menyerah. Selain itu, tanpa ada rasa malu.

“Tekad kuat, kerja keras, jaga kualitas utamanya rasa, dan terus berinovasi. Jangan lupa pelayanan ramah dan promosi di medsos,” jelas Mela.

Kedepan, Mela berharap Ratu Seblak bisa terus berkembang. Semakin dikenal masyarakat luas dengan membuka lebih banyak cabang. Tak hany di Trenggalek, namun juga di berbagai daerah lainnya. “Saya ingin Ratu Seblak menjadi merek seblak terkemuka di Trenggalek. Saya juga ingin memberikan peluang kerja bagi masyarakat,” papar wanita ramah itu. (gun/wen)

 

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#seblak #trenggalek #kuliner