Tanpa naskah fisik, tim Anti Cancel bertekad pukau penonton dan juri dengan film garapannya pada ajang Ratu Film Festival (RFF) 2024. Film garapan tim Anti Cancel yang dibalut dengan genre drama fantasi ini pun digarap dengan serius dan selesai tepat sesuai jadwal yang ditentukan.
Film menjadi salah satu karya kreatif, bentuk komunikasi seorang seniman film dengan penonton. Hal itulah yang menjadi semangat tim Anti Cancel dalam memproduksi film pada ajang RFF 2024.
Anggota tim Anti Cancel, Az Zahra Muklasin mengatakan, pengerjaan karya film pada ajang RFF 2024 ini telah selesai sekitar 90 persen. Mengingat pengumpulan karya sendiri dilakukan pada Rabu (23/10).
Pada proses pengerjaan film sendiri, tim Anti Cancel berani mencoba hal-hal baru dalam pembuatan karya kreatif ini. Mereka berani mencoba alur, peran, bahkan pengambilan video dengan cara yang fresh. “Tidak hanya itu, kebetulan peran utama dan penulisnya saya sendiri, di situ saya memerankan pemulung,” ucapnya.
Tentu adegan ini sangat sulit untuk dilakukan lantaran harus berani berdamai dengan rasa malu. Tak hanya itu, dia juga harus berdandan lusuh dengan mengubah warna kulit. “Apalagi saya tidak terbiasa dengan rongsokan, debu, dan sampah. Hal itu sangat menantang bagi saya,” paparnya.
Kendati demikian, dengan pembuatan film pada ajang RFF 2024 ini, tim Anti Cancel mendapatkan banyak pembelajaran. Menurut dia, dalam pembuatan film ini, tim Anti Cancel tidak membuat naskah fisik. Dengan begitu, apa yang ada, terbesit, dan dipikirkan langsung dituangkan dalam proses pembuatan film. “Bahkan kita terkadang seperti menyusun puzzle. Total kita menyelesaikan shoot tanpa naskah dalam waktu 5 hari,” ungkapnya.
Tim Anti Cancel pun percaya diri dengan karya film yang diusungnya. Apalagi, film ini akan dibalut genre drama fantasi. Pemilihan genre ini lantaran tim Anti Cancel sangat piawai dalam garapan film drama. Terlebih dipadu-padankan dengan sentuhan fantasi pastinya akan menambah keunikan dalam film besutan pelajar SMAN 1 Kauman tersebut.
Dengan karya film drama fantasi ini, dia berharap agar film besutannya dapat membekas di hati para juri dan penonton. Tak hanya itu, dia juga berusaha dapat menyelesaikan film ini dengan tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan. “Semoga karya yang kami buat dapat membekas di hati para juri dan penonton. Kami dapat menyelesaikan film ini dengan tepat waktu dan memenuhi segala ketentuan,” pungkasnya.(*/c1/rka)
Editor : Nance Arsita