TRENGGALEK- Bumi Menak Sopal tak perlu khawatir kehabisan sumber daya manusia (SDM) unggul. Sebab, cukup banyak yang mampu membuktikan kualitasnya dalam berbagai hal. Salah satunya Bripda Bobby Susilo. Warga kelahiran Kecamatan Panggul itu ternyata cukup dikenal di dunia karate. Sebab, kerap meraih prestasi membanggakan.
Sekilas tidak ada yang berbeda ketika melihat Bripda Bobby Susilo memakai seragam dinas polisi. Perawakannya proporsional. Namun ternyata berbeda ketika dia berlaga di kejuaraan karate. Ya, polisi tersebut memang hobi dengan olahraga kontak fisik itu. Hebatnya, dia mampu membuktikan kualitasnya dengan berbagai prestasi yang diraih.
Kepada Jawa Pos Radar Trenggalek, Bobby mengaku tertarik menjadi polisi sejak kecil. Karena itulah, dia berusaha keras meraihnya. Tak sekadar rajin olahraga, tetapi juga menjaga kebugaran fisik. “Alhamdulillah bisa diterima menjadi anggota polisi,” ungkap pria kelahiran 11 Mei 2002 itu.
Nah, terkait prestasinya di dunia karate, Bobby kerap tampil dalam berbagai kejuaraan. Seperti pada 11 Oktober lalu, dia ikut kejuaraan karate memperebutkan piala bergilir Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) II. Kejuaraan itu digelar memperingati HUT Ke-79 Jatim. “Dalam event tersebut, mewakili Polda Jatim, mendapat medali perunggu,” katanya.
Tak berghenti sampai di situ, Bobby juga ikut event serupa. Yakni, pada 17 Oktober, dia mengikuti kejuaraan panglima TNI 2024. Dalam event tersebut, dia berhasil meraih mendali perak sekaligus penghargaan dari panglima TNI.
“Pada 1 Oktober kemarin mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Yakni dari Kapolda Jawa Timur dan Kapolrestabes Surabaya, sebagai anggota berprestasi,” imbuh pria ramah itu.
Meski telah menjadi atlet profesional, Bobby tak lantas besar kepala. Buktinya, dia tetap rutin berlatih bersama tim karate Polda Jatim. Itu agar skill yang dimiliki terus berkembang. Namun, Bobby harus lebih pandai mengatur waktu. Terlebih, pekerjaan sebagai polisi juga cukup padat. “Jadi harus bagi waktu antara berdinas dan latihan,” papar polisi yang bertugas di Polsek Wonocolo, Surabaya, itu.
Prestasi tak kalah membanggakan, Bobby berhasil meringkus pelaku pembacokan di Kecamatan Wonocolo, Surabaya, hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Hal itu membuat dirinya semakin semangat menjadi polisi dan menjalankan tugas.
Bagi Bobby, apa yang diraihnya selama ini tak lepas dari kerja keras dan pantang menyerah. Dia pun selalu berprinsip bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya dengan impiannya. “Jangan lelah mencoba. Tidak ada jaminan kesuksesan. Tetapi, memilih untuk tidak mencoba adalah jaminan kegagalan. Jangan pernah menyerah,” tandasnya. (gun/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa