TUIUNGAGUNG - Mahasiswa program studi (prodi) Pariwisata Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Tulungagung berkunjung ke BUMDes Ngunut.
Kali ini, mereka menuju ke CV Logam Indonesia Ngunut. Ini sebagai bagian dari tugas akhir semester untuk mata kuliah Pengantar Prodi Pariwisata Syariah.
Kunjungan tersebut diinisiasi dosen pariwisata syariah, Andi Yuwono. Yakni untuk menggantikan ujian tengah semester (UTS). Tujuannya memberikan pengalaman langsung tentang tata kelola desa wisata industri dan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep ekonomi berbasis potensi lokal.
Andi Yuwono menyampaikan, kunjungan itu diharapkan dapat memperkenalkan mahasiswa lebih dekat dengan pengelolaan BUMDes dalam mengembangkan desa wisata industri.
“Kegiatan ini memiliki beberapa tugas. Yakni, membuat video vlog terkait objek kunjungan untuk diunggah di media sosial masing-masing, membuat resume, dan mempersiapkan presentasi di dalam kelas,” ujarnya.
“Ini dilakukan sebagai pengganti UTS dengan tujuan agar mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga dapat melihat langsung praktik lapangan,” imbuh Andi.
Andi Yuwono juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi para mahasiswa Pariwisata Syariah UIN Tulungagung untuk memahami berbagai aspek pengelolaan pariwisata syariah, baik dalam hal kolaborasi dengan masyarakat lokal maupun pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.
Kunjungan itu disambut baik Direktur BUMDes Ngunut, Joko Ibrahim.
Dia menyatakan, program seperti ini penting dalam rangka membangun kolaborasi antara akademisi dan pengelola desa wisata.
“Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa UIN Tulungagung. Kegiatan ini merupakan salah satu program rutin kami dalam pengelolaan desa wisata di Ngunut,” ungkapnya.
Menurut Joko, ada tiga manfaat utama yang dapat dirasakan dari kunjungan ini. Pertama, kunjungan tersebut memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang potensi lokal yang ada di desa, terutama dalam sektor industri kreatif berbasis logam.
Kedua, program ini membantu mahasiswa untuk mengenali potensi wisata di desa mereka masing-masing, yang diharapkan dapat menginspirasi mereka untuk mengembangkan potensi serupa di lingkungan asal.
Ketiga, kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi antara BUMDes dan kalangan akademisi dalam mendukung keberlanjutan ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi wisata berbasis syariah.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan bisa memahami bagaimana BUMDes Ngunut mengelola desa wisata dengan pendekatan industri kreatif dan ekonomi berbasis komunitas.
Selain itu, mereka juga diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pengelola BUMDes mengenai tantangan dan peluang dalam mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. (*/c1/wen)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra