TULUNGAGUNG - Oktavia Dwi Retnani, pengusaha muda kelahiran 1998 asal Tulungagung, ini merupakan sosok di balik kesuksesan Seiko.id.
Seiko.id usaha kuliner mengusung konsep makanan Jepang dengan cita rasa yang sudah disesuaikan dengan lidah lokal ini begitu populer, terutama di kalangan anak muda yang tengah menikmati hidangan dengan harga terjangkau namun berkualitas.
Namun, perjalanan Okta untuk sampai di titik ini tidaklah mudah. Bahkan, ia pernah mengalami kerugian besar hingga ratusan juta rupiah akibat penipuan yang dilakukan oleh kolega bisnisnya.
Meskipun begitu, ia tetap bangkit dan bertekad untuk terus maju. Pengalaman pahit itu justru menjadi bahan bakar semangatnya untuk lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam menjalani bisnis.
Seiko.id sendiri baru resmi dibuka pada awal tahun 2024, namun Okta sudah mulai merintis bisnis sejak tahun 2017 dengan berjualan pisang di sekolah.
Dengan modal hanya seratus ribu rupiah, ia memulai langkah pertamanya dalam dunia perdagangan.
Awalnya, ia hanya berdagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun seiring waktu, Okta mulai menyadari bahwa berdagang dan berbisnis adalah dua hal yang berbeda.
“Berdagang dan berbisnis adalah dua hal berbeda, dulu awalnya saya jualan pisang di sekolah dengan modal seratus ribu pastinya dia tidak langsung belajar untuk berbisnis namun berdagang dulu, tapi karena adanya riset market, kompetitor dan lain lain akhirnya tertarik untuk berbisnis, karna dalam berbisnis kita harus memikirkan seperti apa strategi pengembangan, ekspansi, dan memahami pasar," ujar Okta, mengenang perjalanan awalnya.
Setelah belajar banyak tentang dunia bisnis pada tahun 2022, berapa tahun kemudian Okta memutuskan untuk memperluas usaha dengan membuka Seiko.id.
Brand kuliner ini menyajikan berbagai menu yang terinspirasi dari masakan Jepang, namun dengan rasa yang sudah disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia, khususnya di Tulungagung.
Menu-menu andalan Seiko.id seperti Bakmi Sapi, Pudding Gyukaku, dan Wonton menjadi favorit para pelanggan, terutama dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 7.000an saja.
Dengan lokasi yang strategis di Utara Stasiun Tulungagung, Seiko.id buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 10 malam dan langsung menjadi tempat nongkrong favorit anak muda dan pelajar.
Awalnya, Okta menargetkan pasar usia 25-30 tahun, namun seiring berjalannya waktu, Seiko.id juga berhasil menarik perhatian kalangan pelajar dan mahasiswa, bahkan dengan adanya promo khusus untuk pelajar.
Namun, tidak semua perjalanan mulus bagi Okta. Pada masa pandemi, ia mengalami banyak tantangan dan kesulitan.
Salah satunya adalah ketika ia menjadi korban penipuan yang menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Tapi, pengalaman pahit ini justru mengajarkan Okta banyak hal, termasuk bagaimana cara lebih bijak dalam berbisnis dan menjaga kepercayaan dalam menjalankan usaha.
Melihat pencapaian Seiko.id saat ini, Okta berharap ke depannya brand yang ia bangun bisa berkembang lebih luas hingga membuka cabang di luar kota.
Selain itu, ia juga ingin Seiko.id memberikan manfaat lebih, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
"Harapan saya, Seiko bisa terus berkembang, membuka cabang diluar kota dan mau seiko memberikan manfaat unttuk orang banyak, ntah dari sedi sdm ataupun lainnya," kata Okta penuh harapan.
Bagi anak muda yang ingin memulai bisnis, Okta memiliki pesan yang sangat berharga: "Bisnis itu tidak instan, butuh proses, disiplin, konsistensi, mau mencoba dan terus belajar"
Dari jualan pisang dengan modal seratus ribu hingga berhasil membangun Seiko.id yang kini sudah memiliki 17 karyawan, perjalanan Okta membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan adalah kunci kesuksesan.
Meskipun harus menghadapi banyak rintangan, termasuk kerugian besar dan penipuan, ia tetap semangat dan terus belajar.
Kini, Seiko.id telah menjadi salah satu brand kuliner yang paling diburu oleh Gen Z, dan Okta adalah bukti nyata bahwa kegigihan dan semangat untuk terus maju dapat membawa seseorang menuju kesuksesan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra