TRENGGALEK- Pekerja keras. Itulah yang tepat menggambarkan Fety Zakiyah Ulfa. Warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak itu menjalankan usaha rias pengantin make-up artist (MUA). Tak hanya itu, dia juga mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kesibukan setiap hari tak membuatnya bermalas diri. Tetap bekerja keras untuk mencukupi ekonomi.
Fety, begitu biasa dia disapa, memulai harinya dengan mengajar di salah satu MI Karangrejo. Di sana, dia mendapat jam mengajar selama tiga hari dalam seminggu. Nah, diluar jadwal mengajar, dia mengisi waktu freelance seperti menjadi MUA dan master of ceremony (MC).
“Mengatur jadwal kerja tetap dan kesibukan lainnya bukan hal yang mudah, tapi karena sejak MTs saya sudah terbiasa dengan kegiatan padat, manajemen waktu menjadi kunci utama,” ungkapnya.
Wanita ramah itu menceritakan, salah satu kegiatan yang paling menghasilkan cuan, yakni bisnis rias pengantin. Meski masih merintis dari nol, dia bangga dengan hasil kerja kerasnya yang telah memberikan profit memuaskan. Dia percaya bahwa kesuksesan besar berawal dari usaha kecil yang dijalani dengan tekad kuat. “Kunci keberhasilan adalah konsistensi dan memberikan pelayanan terbaik kepada klien,” ujarnya.
Selain sibuk bekerja, Fety memiliki hobi menari, baik modern maupun tradisional. Dia bahkan menjadi pembimbing ekstrakurikuler tari di sekolah tempatnya mengajar. Dengan pengalaman lebih dari 13 tahun, dia telah banyak mengajarkan seni tari kepada anak didik. "Bagi saya, menari membuat hidup lebih ringan dan seimbang,” katanya.
Sebagai sosok yang aktif dan inspiratif, Fety berpesan kepada generasi muda, khususnya di Trenggalek. Yakni terus semangat mengejar impian. “Jangan biarkan masa mudamu biasa seperti orang lain pada umumnya. Buat dirimu sibuk dengan hal-hal positif sebagai investasi karirmu di masa depan. Ingat, tidak ada proses yang menghianati ikhtiar,” imbuhnya.
Dengan semangat dan kerja kerasnya, Fety menjadi bukti bahwa kombinasi antara profesi, hobi, dan bisnis dapat berjalan selaras asalkan diiringi dengan manajemen waktu yang baik. Ia adalah contoh nyata bagaimana anak muda Trenggalek bisa menciptakan dampak positif melalui tekad dan dedikasi. (bim/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa