Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kecintaan dr Raditya Mirza pada Olahraga Lari Berawal dari Sini

Matlaul Ngainul Aziz • Sabtu, 14 Desember 2024 | 22:12 WIB
dr Raditya Mirza saat mengikuti salah satu event olahraga lari.
dr Raditya Mirza saat mengikuti salah satu event olahraga lari.

TULUNGAGUNG - Sebagai seorang dokter anastesi di RSUD dr Iskak Tulungagung, membuat Raditya Mirza harus pintar membagi waktu untuk berolahraga.

Salah satu dokter di Tulungagung yang kini berusia 42 tahun ini memilih untuk menekuni olahraga lari gunung atau trail running sebagai salah satu olahraga favoritnya.

Dua tahun kenal olahraga lari, membuat Raditya Mirza kepincut menyelaminya.

Bahkan, pria yang berprofesi sebagai seorang dokter ini sanggup berlari dengan jarak terjauh hingga 30 kilometer.

Menjadi seorang dokter anastesi di RSUD dr Iskak, dr Raditya Mirza memiliki jadwal rutin setiap harinya. Bahkan, dia juga harus bersiap ketika ada panggilan on call yang bersifat sewaktu-waktu.

Namun, di tengah kesibukannya, pria ramah ini memang menyukai dunia olahraga.

Tak jarang dia berniat untuk menyempatkan waktu berolahraga di pagi hari, tetapi pagi harinya ada panggilan untuk menangani pasien.

“Biasanya ya akhir pekan, tapi ya harus pinter-pinteran mengatur jadwal. Saya harus berkomitmen untuk mengganti waktu olahraga saya,” jelasnya kemarin (11/12).

Terhitung pria yang kini berdomisili di Tulungagung ini mengenal olahraga lari sejak 2 tahun silam.

Kendati demikian, dia sebelumnya telah menekuni beragam olahraga seperti bersepeda dan berenang.

Meski telah mencicipi beragam olahraga, dia kepincut untuk kian menekuni olahraga lari.

Terlebih setelah mengenal olahraga lari dengan medan pegunungan atau trail run.

“Kok enak ya, nyaman saya di olahraga lari ini. Apalagi setelah mengenal trail run itu, karena memang dulu waktu SMA dan kuliah suka naik gunung,” ucapnya.

Walau terbilang baru 2 tahun menekuni olahraga lari, dia mampu menjinakkan trek lari sejauh 30 kilometer dengan 1.800 elevation gain.

Dengan menekuni olahraga lari ini, menurut dia, membuat tubuh terasa lebih ringan dan bugar.

Tak hanya itu, dia juga merasa pola tidur lebih teratur setelah menekuni olahraga lari ini.

“Intinya lebih sehat dan lebih bugar. Tubuh juga terasa lebih ringan,” pungkasnya. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#trail run #hobi olahraga #dokter anestesi #running