TULUNGAGUNG - Muhammad Faizal Haris, pemuda asal Desa Sodo, Kecamatan Pakel, telah membuktikan bahwa hobi menggambar bisa menjadi profesi yang menjanjikan.
Bahkan, dia bisa mendapat cuan yang menggiurkan meski harus menghadapi beragam tantangan.
Bermula dari ketertarikannya pada seni visual, Faizal mulai mengasah bakatnya secara serius saat menempuh pendidikan di Universitas Amikom Jogjakarta pada 2018.
Salah satu tugas kuliahnya membuat desain WPAP (wedha’s pop art portrait) menjadi titik awal perjalanan kariernya di dunia desain grafis.
Awalnya, Faizal hanya iseng menawarkan jasa desain untuk hadiah ulang tahun atau kado istimewa lainnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni bisnis ini secara profesional dengan nama Illustrasol, yang merupakan akronim dari Ilustrasi by Faisol.
“Karya-karya saya mencakup desain WPAP, karikatur, hingga konsep unik seperti desain gambar jelek atau karikatur bergaya awur-awuran yang ternyata cukup diminati,” katanya.
Sebagai desainer grafis, Faizal mengaku menghadapi berbagai tantangan.
Salah satunya adalah kebuntuan ide atau yang biasa disebut creative block.
“Kalau dibiarkan, kepala bisa cenut-cenut. Jadi, saya harus pintar-pintar mencari inspirasi,” ungkapnya.
Dalam menekuni dunia ilustrasi, komunikasi efektif dengan klien menjadi aspek penting dalam pekerjaannya.
Baginya, menjaga kualitas desain dan memenuhi tenggat waktu adalah prioritas utama.
"Sebisa mungkin komunikasi harus jelas agar kebutuhan klien terpenuhi tanpa revisi berulang. Kalau klien puas, biasanya mereka akan memesan lagi di kemudian hari,” ungkapnya.
Namun, ada pula tantangan lain yang sering ia temui, seperti permintaan desain gratis atau harga teman.
Menurut Faizal, banyak orang belum menyadari bahwa desain membutuhkan waktu, tenaga, dan keterampilan tinggi.
Faizal mengaku menikmati fleksibilitas pekerjaannya karena bisa bekerja di mana saja.
Namun, dia juga tak menampik bahwa tekanan deadline dan revisi dari klien bisa menjadi tantangan tersendiri.
Dalam sehari, Faizal membutuhkan waktu 2-3 hari untuk menyelesaikan satu desain, tergantung tingkat kesulitannya.
Karya-karyanya umumnya dipesan untuk berbagai keperluan, seperti kado ulang tahun, wisuda, pernikahan, hingga perpisahan.
“Rasanya menyenangkan karena ini berawal dari hobi,” tuturnya.
Sebagai seseorang yang menekuni dunia desain grafis, Faizal memiliki pesan bagi generasi muda yang ingin terjun ke bidang ini.
“Teruslah upgrade diri, baik dari segi perangkat lunak maupun tren desain terbaru. Jangan lupa mencari referensi dan relasi sebanyak-banyaknya, serta terus belajar dan berinovasi,” tandasnya.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri