PUCANGLABAN, Radar Tulungagung - Tinggal di rumah sederhana, kisah Mbah Dunuk yang masih hidup diusia yang telah mencapai 150 tahun menyita perhatian publik. Diketahui Mbah Dunuk tinggal di Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban Tulungagung.
Kendati telah berusia lebih dari satu abad, mbah Dunuk masih tampak segar dan masih dapat beraktivitas seperti biasa. Dengan ditompang tongkat kayu, mbah Dunuk melangkahkan kakinya beranjak dari tempat tidur ke kursi.
Mbah Dunuk enggan untuk berpindah dari rumah sederhananya. Menurutnya kenangan di rumah tersebut terlampau mahal jika digadaikan dengan tempat tinggal lainnya.
Baca Juga: Jatuh Bangun Supraptieni Menjaga Eksistensi Kasur Kapuk di Tulungagung, Jaga Warisan Ibunda
“Ini rumah sudah sejak zaman babat hutan dulu. Bahkan sama desanya masih duluan saya di sini,” jelasnya kemarin (12/1).
Sembari tersenyum, Mbah Dunuk mengaku bahwasannya dia telah lahir sebelum Presiden Pertama Ir. Soekarno memimpin. Dimana pada masa itu, wilayah Desa Kalidawe masih dipenuhi dengan sungai dan hutan.
“Dulu di sini masih banyak sungai dan hutan. Wah sebelum Soekarno jadi Presiden saya sudah lahir,” ucapnya.
Diketahui Mbah Dunuk tinggal sendiri di tengah hutan di Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban.
Dimana Mbah Dunuk tinggal di wilayah terpencil dengan radius sekitar 1 kilometer dari tetangga lainnya.
Berdasarkan pengakuan warga setempat, usia Mbah Dunuk diperkirakan telah berusia 150 tahun.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz