Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Balik Aplikasi Dzikra, Ada Sosok Tangan Kreatif Rizky Pemuda Tulungagung

Redaksi Radar Tulungagung • Rabu, 29 Januari 2025 | 02:44 WIB
Rizky Wahyu Setiawan menunjukkan aplikasi Dzikra buatannya untuk menyambut Ramadan tahun ini.
Rizky Wahyu Setiawan menunjukkan aplikasi Dzikra buatannya untuk menyambut Ramadan tahun ini.

Tulungagung - Di usia 28 tahun, Rizky Wahyu Setiawan, seorang pemuda asal Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung,  telah mendedikasikan dirinya pada pengembangan aplikasi berbasis Islam.

Sejak 2015, Rizky terjun ke dunia pemrograman aplikasi.

Kini, ia tengah sibuk mengembangkan fitur terbaru untuk aplikasi Dzikra, sebuah platform pembangun perilaku muslim.

Minat Rizky terhadap dunia pemrograman bermula saat ia menempuh pendidikan di jurusan Sistem Informasi Universitas Brawijaya (UB).

Meski program studi tersebut juga memuat mata kuliah bisnis, Rizky lebih tertarik pada pemrograman.

Baginya, dunia coding memiliki daya tarik tersendiri, layaknya bermain lego, menyusun komponen demi komponen hingga menciptakan sesuatu yang bermanfaat.

Namun, alasan Rizky membangun aplikasi berbasis Muslim tak lepas dari pengalaman pribadinya.

Ia kerap merasa kesulitan menjaga konsistensi dalam menjalankan kebiasaan Islami, seperti membaca Alquran, berzikir, dan berinfaq.

Ide ini semakin matang setelah ia mengikuti sebuah hackathon bertema aplikasi islami di tempat kerjanya.

Meskipun tak memenangkan kompetisi, ide-ide dari event tersebut disempurnakan hingga lahirlah Dzikra.

Dzikra dirancang dengan pendekatan unik, menggabungkan metode "sedikit demi sedikit dan bareng-bareng" untuk membantu penggunanya menjalankan kebiasaan islami secara konsisten.

“Kami ingin membuat proses membangun perilaku muslim terasa menyenangkan, seperti bermain game, tapi tetap bermakna,” ungkapnya.

Dzikra menargetkan kalangan anak muda yang ingin memulai kebiasaan islami.

Aplikasi ini hadir dengan desain antarmuka yang sederhana namun modern, serta bebas dari iklan.

Salah satu fitur unggulannya adalah gamifikasi.

Dalam Dzikra, pengguna bisa mengakses fitur seperti membaca Alquran, infak, dan zikir, yang dipadukan dengan elemen permainan.

Ada streaks untuk melacak konsistensi pengguna, poin yang dapat diakumulasikan, hingga leaderboard mingguan yang memotivasi pengguna untuk naik peringkat dan tier.

“Kami ingin membangun habit itu semenyenangkan bermain game,” ungkapnya.

Tantangan terbesar dalam pengembangan Dzikra adalah validasi fitur.

Tidak semua fitur yang dirancang dianggap bermanfaat oleh pengguna.

Untuk mengatasinya, Rizky dan tim menerapkan metode seperti prototyping, A/B testing, survei pengguna, dan membuka form feedback.

“Kami selalu mendengarkan masukan pengguna untuk memastikan Dzikra tetap relevan,” ungkapnya.

Dzikra juga berkomitmen melakukan pembaruan aplikasi setiap bulan.

Penilaian di Play Store dan App Store menjadi perhatian utama tim untuk terus meningkatkan kualitas aplikasi.

Rizky berharap Dzikra dapat menjadi sarana yang memudahkan pemuda Muslim di seluruh dunia dalam membangun dan menjaga konsistensi kebiasaan islami, seperti membaca Alquran, berzikir, dan berinfaq.

Dengan pendekatan yang ringan, seru, dan menyenangkan, ia optimistis Dzikra dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan umat muslim.

“Semoga aplikasi ini dapat menjadi teman perjalanan spiritual yang menyenangkan bagi semua pemuda muslim, dan membuat perilaku Islami menjadi kebiasaan yang mudah dan menyenangkan,” ungkapnya.(*/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#islam #infak #dzikra #zikir #aplikasi Islami