Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menggeluti Seni Tari, Seorang Putri Asal Tulungagung Meraih Prestasi di Dance Sport

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 13 Februari 2025 | 18:20 WIB

Kesukaan Putri Warahapsari asal Tulungagung pada seni tari mengantarnya meraih prestasi. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kesukaan Putri Warahapsari asal Tulungagung pada seni tari mengantarnya meraih prestasi. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Seni tari bukan hal baru bagi cewek Tulungagung bernama Putri Salwa Warahapsari.

Hal yang wajar, mengingat cewek yang berdomisili di Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Tulungagung ini mulai belajar menari sejak berusia 4,5 tahun. 

Baca Juga: Situs Semarum di Trenggalek Belum Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Tak heran Salwa jadi salah satu seniman tari paling berprestasi di Tulungagung.

Segudang prestasi diraih dengan latihan dan kerja keras dari siswa kelas 9 SMPN 1 Tulungagung tersebut.

Tak hanya dalam kota, Salwa meraih prestasi hingga tingkat nasional.

Baca Juga: Turonggo Yakso, Tarian dalam Film Sinden, Ini Makna dan Sejarahnya

Terakhir, Salwa mampu menjuarai kompetisi POPDA XIV Jawa Timur dan menyabet medali emas.

"Awalnya saya ragu ikut kompetisi ini. Karena dance sport ini baru bagi saya," ujar cewek 15 tahun tersebut.

Salwa mencritakan bahwa prosesnya dalam meraih medali emas POPDA tersebut tidaklah mudah.

Baca Juga: Rahasia Hapsari Mustikaningrum Banyak Tuai Prestasi dari Menari

Bahkan, dia harus berlatih hingga malam hari untuk mempersiapkannya. Berawal dari perlombaan dance sport tingkat kabupaten, dia tampil memukau.

Penampilan tersebut membawanya ke jenjang lebih tinggi yaitu tingkat Provinsi Jawa Timur.

"Baru pertama ikut dan harus ke tingkat provinsi. Sangat deg-degan karena lawannya lebih berpengalaman," katanya

Awalnya, Salwa tak berharap banyak. Dia hanya berusaha tampil sebaik mungkin sesuai arahan pelatih.

Sekitar 10 kelompok bertanding dance sport di sana. Dengan segudang pengalaman menarinya, dia tampil percaya diri di hadapan para juri.

Akhirnya, dia lolos ke babak final dengan capaian nilai tertinggi.

Baca Juga: Ambyur di Dunia Tari, Guru SD di Tulungagung Ini Pede Hadapi Stigma Miring

"Dance sport beda dengan menari. Ada gerakan-gerakan akrobatiknya. Jadi, saya harus latihan lebih giat sebelum lomba kemarin," ungkapnya sambil tersenyum

Di babak final yang dilaksanakan pada November 2024 yang berlokasi di Bangkalan, Salwa tampil lebih percaya diri.

"Karena tadi dapat nilai tertinggi, akhirnya di final yakin bisa juara," ujarnya.

Baca Juga: Meski Hadapi Stigma Miring, Mia Camilia Tetap Menekuni Seni Tari Tradisional

Namun, keyakinan Salwa luntur ketika bertanding. Dia bercerita bahwa banyak melakukan kesalahan gerakan dan terpeleset.

Akhirnya, keyakinan yang tadinya sangat tinggi seketika memudar. Dia merasa takut mengecewakan orang-orang terkasihnya dan para pendukungnya.

Dia pada saat itu sudah merasa bahwa akan kalah dan gagal. Akhirnya dengan berat hati, dia pasrah akan hasil pertandingannya.

Baca Juga: Berikut Makna dari Tari Bedhaya Ambadya Tirta yang Ditarikan di Pendapa Agung Pantai Popoh Tulungagung

Tak disangka, ketika pengumuman tiba, Salwa dipanggil sebagai juara 1 POPDA tingkat Jawa Timur dan berhak membawa pulang medali emas.

Sesaat itu juga, dia lari menuju podium dengan perasaan gembira. Salwa berhasil menjadi juara.

"Saya tidak hanya sampai di sini. Saya akan terus berlatih hingga nantinya bisa ikut kompetisi dance sport di tingkat nasional," katanya, dengan penuh semangat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#menari #tulungagung #tari #dance sport #putri #seni tari