Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Firlian Agna Syahrial, dari Insecure, Menjadi Videografer Berprestasi yang Terinspirasi dari sang Ayah

Amalia Rizky Indah Permadani • Rabu, 19 Februari 2025 | 15:58 WIB

 

BISA BUKTIKAN: Firlian Agna Syahrial setelah melakukan pekerjaan mengambil video untuk sebuah konten.
BISA BUKTIKAN: Firlian Agna Syahrial setelah melakukan pekerjaan mengambil video untuk sebuah konten.

Setiap orang memiliki jalannya sendiri untuk menemukan passion dan membangun jati dirinya. Hal ini dicontohkan oleh seorang Firlian Agna Syahrial. Pasalnya dengan ketekunan dan kerja keras, dapat mengubah seseorang dari merasa insecure, menjadi individu yang berprestasi.

Menemui Firlian Agna Syahrial di rumahnya yang berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek, bukan perkara mudah. Sebab hampir setiap harinya selalu dihabiskan di Kabupaten Malang. Itu lantaran saat ini Firli, begitu dia disapa, tercatat sebagai siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Ketika berada di rumah dan ditemui Jawa Pos Radar Trenggalek, dia mulai bercerita mengenai dirinya yang merupakan seorang siswa yang awalnya merasa tertinggal di jurusannya, tetapi kini telah memenangkan berbagai kompetisi videografi dan menerima job order di bidangnya. Dari cerita yang penuh keakraban tersebut, terkuak bahwa ketertarikan Firli pada videografi tidak datang begitu saja. Sang ayah, Agus Sugeng Wahono, yang merupakan salah satu pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek serta memiliki sampingan sebagai videografer dan YouTuber, menjadi salah satu inspirasinya.

Baca Juga: Menggeluti Seni Tari, Seorang Putri Asal Tulungagung Meraih Prestasi di Dance Sport

Namun, lebih dari itu, videografi bagi Firli adalah caranya untuk membangun identitas dan kepercayaan diri. Saat bersekolah di jurusan desain komunikasi visual (DKV), dia merasa kurang mahir dalam desain dibandingkan teman-temannya. Hal ini membuatnya sadar bahwa dirinya harus menemukan bidang di mana ia bisa unggul.

“Aku nggak mau jadi non-playable character (NPC), jadi harus punya sesuatu yang bisa dibanggakan,” ujarnya.

Dari situlah, Firli mulai menekuni videografi dan konten kreatif sebagai jalan untuk berkembang dan bersaing. Dia mulai mengasah kemampuannya dengan mengikuti berbagai lomba videografi. Dengan konsistensi dan kerja keras, dia telah meraih sejumlah prestasi gemilang di berbagai lomba video.

Pada tahun 2020, Firli berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Video Duta Investasi Akhirat Temu Pelajar Muslim. Pada tahun 2022, dia kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara 2 dalam Lomba Video Kreatif Pengaduan Budaya dan juara 1 dalam Lomba Video Kreatif MPLS SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK MUTU).

Firli saat meraih juara 2 dalam Lomba Video Pariwisata Se-Jatim
Firli saat meraih juara 2 dalam Lomba Video Pariwisata Se-Jatim

Di tahun 2023, Firli kembali mengukir prestasi dengan meraih juara 2 dalam Lomba Video Pariwisata Se-Jatim, juara 1 dalam Lomba Video Kreatif Ikatan Pelajar Muhammadiyah Malvocs Kepanjen, serta juara 3 dan juara favorit dalam Lomba Video Milad RSI Aisyiah Malang. Selain itu, dia juga meraih juara 3 dalam Lomba Video Kreatif Anniversary Hotel 101 Malang.

Pada tahun 2024, Firlian terpilih sebagai salah satu dari 5 Video Terbaik Milad Muhammadiyah ke-111 dan meraih juara 3 dalam Video Challenge Musyda Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Malang. Dia juga berhasil menjadi juara 1 dalam Lomba Video Kreatif Classmeeting SMK Mutu dan Lomba Video Challenge Yamaha.

Firli saat menjadi Duta Siswa Berbakat Putra Kab. Malang
Firli saat menjadi Duta Siswa Berbakat Putra Kab. Malang

Tak hanya itu, Firli juga berhasil mencapai babak final dalam ajang Duta Siswa Berbakat Kabupaten Malang pada tahun 2024 yang semakin menegaskan kemampuannya dalam dunia kreatif. Keberhasilannya dalam berbagai kompetisi ini tentu bukan tanpa tantangan. Salah satu kesulitan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu antara sekolah, kerja, dan mengikuti kegiatan di pondok pesantren (mondok).

“Sekolah, kerja, mondok, ditambah tugas sekolah yang menumpuk, bikin aku harus pinter-pinter bagi waktu,” ungkap pemuda kelahiran tahun 2006 tersebut.

Meskipun jadwalnya padat, Firli selalu berusaha menghasilkan karya terbaik. Selain mengikuti lomba, dia juga mulai membangun personal branding melalui media sosialnya, seperti TikTok @firlixmedia dan Instagram @ini_firlii. Sebab, dia menyadari bahwa untuk berkembang di industri kreatif, seseorang harus mampu membangun identitas dan jaringan yang kuat.

Awalnya, Firli mencari relasi melalui guru-guru di sekolahnya yang sering mengajaknya mendokumentasikan acara. Dari sana, dia mulai dikenal oleh guru dan teman-temannya. Ditambahkan, dia juga menggunakan strategi unik untuk membangun branding-nya. Karena merasa kurang mahir dalam desain grafis, dia memilih fokus pada produksi konten video. “Aku kontenin aja tuh temen-temen buat branding videoku,” ujar pemuda asli Desa Sambirejo tersebut, sambil tertawa.

Meskipun awalnya kurang dikenal, lambat laun usaha tersebut mulai membuahkan hasil. Kini, Firli sudah mulai menerima job order dan endorse. Dengan konsistensi dan semangat, dia yakin bahwa peluang di bidang videografi akan terus terbuka lebar di masa depan. Karena itu, dia kini mondok sambil bekerja. Dalam seminggu, dia harus membagi waktunya antara sekolah dan kerja. Tiga hari di sekolah dan tiga hari di kantor.

“Sebenarnya bisa aja full di kantor, tapi sekolah itu seru. Bisa belajar, main sama teman, dan dapet bahan konten tentunya,” katanya.

Namun, jadwal yang padat membuatnya cukup kewalahan. Tugas sekolah kadang tertunda dan membuatnya berharap ada dispensasi. Meskipun begitu, dia tetap berusaha menyelesaikan tugas karena menyadari bahwa pendidikan tetap penting untuk masa depannya. Sebab, dia sadar banyak anak muda tertarik dengan dunia videografi, tetapi mungkin masih ragu untuk memulai.

Capaiannya tersebut menjadi bukti bahwa dengan tekad, kerja keras, dan strategi yang tepat, seseorang bisa berkembang dan meraih impian mereka. Dari seorang anak yang insecure, kini menjadi videografer yang dikenal, memenangkan berbagai lomba, dan bahkan menerima job order. ”Perjalananku masih panjang, dan yakin bisa melampaui ekspektasi, bahkan mengalahkan ayah yang juga seorang videografer. Dalam menjalani tugas setiap hari, lelah sih, tapi ini pilihanku sendiri. Bismillah, lulus SMK dan dapet 100 ribu followers. Amin,” ucap alumnus SMPIT Permata Ummat Trenggalek tersebut dengan semangat.(mal/c1/jaz)

 

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#videografer #videografi #prestasi