Tulungagung - Keterbatasan pendengaran tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dan remaja ini untuk berkesenian.
Terbukti, puluhan siswa tunarungu itu mampu menari dengan baik dan nyaris sempurna dalam balutan iringan musik tradisional.
Mereka menggunakan hitun an dan ketukan dalam menyesuaikan iringan musiknya.
Pementasan tersebut digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) B Negeri Tulungagung kemarin (18/2).
Ada beberapa jenis tari yang mereka bawakan.
Penari cowok menarikan tarian yang bercerita tentang prajurit perang.
Lalu, penari cewek menarikan beberapa tarian, termasuk tari gambyong.
Mereka terlihat sangat gembira dan bangga.
Ekspresi dan penjiwaan yang mereka tanamkan pada setiap gerakannya mampu membuat decak kagum para penonton.
Hingga tepuk tangan meriah, mereka dapatkan dari penonton seketika tarian selesai dibawakan.
Rizqianto, ketua panitia di acara tersebut, menjelaskan bahwa dia juga merasa kagum melihat penampilan tarian dari murid-murid tunarungu tersebut.
Padahal, setiap harinya, dia juga sebagai guru kelas dari anak-anak penari tersebut.
Dia juga tidak menyangka bahwa mereka bisa menam pilkan tarian sebagus itu.
Dia berjanji akan terus mengadakan pementasan seperti ini agar anak-anak didiknya bisa terus berkarya.
”Penampilan mereka hari ini istimewa. Saya juga berdoa nantinya me reka bisa diberi kemudahan dalam ber karya dan bekerja. Hingga bisa hidup mandiri,” ucapnya.
Penampilan anak-anak penyandang disabilitas tunarungu ini dalam rangka projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan dies natalis sekolah tersebut. (mg2/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri