Bagi Binti Muzayyanah, usia hanya angka. Buktinya, meski tak lagi muda, Binti tetap semangat melakoni aktivitas berlari.
Event lomba lari di berbagai kota juga dia ikuti. Teranyar, perempuan yang kini berusia 54 tahun ini menyabet juara di Ponorogo Running Fest 2025 yang digelar pada 16 Februari lalu.
Kecintaannya pada dunia olahraga mulai muncul saat dia menjajal aktivitas bersepeda sekitar dua tahun lalu.
“Untuk sampai sini butuh waktu sekitar dua tahun belajar berlari. Itu memang saya termasuk orang yang konsisten kalau sudah terlihat mengerjakan sesuatu. Minimal tiga kali satu minggu,” tegasnya.
Seiring berjalannya waktu, perempuan yang berprofesi sebagai apoteker di RSUD dr Iskak ini juga sering mengikuti berbagai event atau lomba lari, baik di dalam maupun luar daerah. Hal ini semakin memacunya untuk meningkatkan porsi latihannya.
Termasuk saat dia ikut serta di Ponorogo Running Fest 2025 yang digelar pada 16 Februari lalu. Ada berbagai hal unik yang dia alami saat mengikuti lomba di Ponorogo. Mulai dari kondisi trek yang kurang bersahabat hingga kemampuan larinya yang diuji oleh pelari muda.
“Kalau kesulitan jalanan di Ponorogo itu ada beberapa jalan yang udah mulai tidak rata permukaannya. Aspalnya tinggal kerikil aja. Ada di dua tempat yang kayak gitu. Terus jadi awal start itu biasa terbawa emosi,” ucap Binti lantas tersenyum.
Meski mengaku tak melakoni program latihan khusus jelang keikutsertaannya di Ponorogo Running Fest, Binti justru keluar sebagai juara. Dia mengungkapkan, hal ini merupakan hasil dari konsistensi dan keuletannya dalam berlatih meski usianya tak lagi muda.
“Yang penting konsisten aja. Mungkin bagi teman-teman yang mengawali running atau ingin terus dapat berlari ya asalkan konsisten dalam latihan,” kata perempuan kelahiran 23 Januari 1971 ini.
Dia juga memaknai capaian ini sebagai motivasi bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya untuk tetap aktif berolahraga tanpa memandang usia.
Bagi dia, yang terpenting bukan gelar juara, nominal hadiah, atau lekuk tubuh atletis, melainkan sehat dan bugar yang didapat dari olahraga yang dilakoni secara rutin.
“Kalau soal capaian itu menurut saya kalau kita bukan atlet ya senang-senang aja. Yang penting sehat dulu aja. Kalau nanti dapat juara itu bonusnya aja, badannya langsing ya bonusnya aja. Yang penting sehat dulu,” tegasnya.