Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berawal dari Pedagang Telur, Muhammad Soleh Fudin Jadi Tokoh Pengembang Olahraga

Gunawan Rdr Tulungagung • Sabtu, 8 Maret 2025 | 18:34 WIB
Muhammad Soleh Fudin ketika bertugas di Asean Para Games Solo  2022 lalu.
Muhammad Soleh Fudin ketika bertugas di Asean Para Games Solo 2022 lalu.

RADAR TULUNGAGUNG - Perjalanan hidup Muhammad Soleh Fudin bukanlah kisah biasa.

Dari seorang pedagang telur di pasar, kini dia menjadi dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) STKIP PGRI Trenggalek serta salah satu tokoh pengembang olahraga di Kabupaten Trenggalek.

Perjuangannya meniti karier di dunia pendidikan dan olahraga penuh dengan lika-liku, ketekunan, dan kerja keras yang patut menjadi inspirasi.

Fudin, biasa Muhammad Soleh Fudin disapa, merupakan pria kelahiran Trenggalek 38 tahun lalu.

Dia tidak langsung melanjutkan pendidikan tinggi setelah lulus SMA pada 2005, karena memilih bekerja sebagai pedagang telur di wilayah Trenggalek dan Ponorogo.

Namun, di tengah kesibukannya berdagang, dia merasa ada waktu luang di sore hari yang bisa dimanfaatkan untuk belajar.

Kecintaannya pada olahraga membawanya mengambil keputusan besar—mendaftar sebagai mahasiswa prodi penjaskesrek di kotanya sendiri.

“Setiap pagi, saya ke pasar untuk berjualan, tapi sore harinya sering menganggur. Dari situ terpikir untuk ku liah. Sejak dulu saya memang suka olahraga, jadi saya memilih kuliah di prodi penjaskesrek,” kenang Fudin.

Saat berkuliah, dia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga.

Tahun 2006 menjadi titik awalnya dalam dunia ke pelatihan, saat dirinya mengikuti pelatihan wasit bulu tangkis.

Keterlibatan ini semakin memperdalam kecintaannya pada dunia olahraga dan mendorongnya untuk terus mengembangkan diri.

Seiring berjalannya waktu, Fudin tidak hanya menjadi akademisi, tetapi juga aktif di berbagai organisasi keolahragaan.

Sejak 2016 hingga sekarang, dia telah menduduki berbagai jabatan penting dalam organisasi olahraga di Trenggalek.

Termasuk KONI Trenggalek, KORMI Trenggalek, PBSI Trenggalek, ABTI Trengga lek, IODI Trenggalek, dan ILDI Trenggalek.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2010, salah satu dosennya menyarankan agar ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di bidang pendidikan olahraga.

“Alhamdulillah, pada tahun 2014, saya lulus S2. Di tahun yang sama, saya diterima sebagai dosen di STKIP PGRI Trenggalek,” ungkapnya.

Sebagai dosen, Fudin tak hanya mengajar di kelas, tetapi juga aktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dia telah menghasilkan berbagai karya ilmiah serta terlibat dalam kegiatan yang berdampak baik bagi lembaga dan masyarakat.

Baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Setelah satu dekade mengabdi sebagai dosen, Fudin pun dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Prodi Penjaskesrek STKIP PGRI Trenggalek.

“Selaku alumnus pendidikan olahraga, sudah selayaknya saya menjadi pribadi yang siap berbagi ilmu dalam bidang olahraga maupun pendidikan jasmani. Meski bukan seorang atlet profesional, sebagai akademisi, saya harus mampu menjadi pembina atau pengasuh berbagai cabang olahraga dan instansi pendidikan,” tegasnya.

Bagi Fudin, membina atlet maupun mahasiswa untuk meraih dan mempertahankan prestasi bukanlah tugas yang mudah.

“Hal ini tentunya dilatarbelakangi oleh tekad dan kerja keras, serta dukungan dari berbagai pihak. Pastinya, semua ini diawali dari niat membangun olahraga dan memberikan yang terbaik, baik untuk Kabupaten Trenggalek maupun prodi penjaskesrek yang saya pimpin,” ujarnya.

Tantangan besar dalam membina prestasi olahraga di kampus juga diakuinya.

Namun, berkat dukungan kampus STKIP PGRI Trenggalek serta berbagai organisasi olahraga, dia mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Hal ini terbukti dari berbagai prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa di bawah bimbingannya.

Selain itu, STKIP PGRI Trenggalek juga sangat peduli terhadap mahasiswa berprestasi.

“Kampus selalu memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang memiliki prestasi. Tujuannya jelas untuk meningkatkan motivasi dan semangat mahasiswa lainnya agar terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama kampus serta Kabupaten Trenggalek,” kata Fudin.

Baginya, ada dua hal yang menjadi prinsip dalam menjalankan peran sebagai akademisi dan pembina olahraga.

“Pertama, kuatkan karakter diri yang positif. Kedua, dalam satu organisasi tidak ada super man, yang ada adalah super team. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa mencapai tujuan bersama,” pungkasnya.(gun/c1/jaz)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#olahraga #dosen #stkip pgri #Penjaskesrek #koni #Ketua Prodi