Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bukan Hal Baru, Ini Cara Ammy Aulia Renata Anny Melatih Tari Penyandang Tunarungu di Tulungagung

Sandy Sri Yuwana • Senin, 10 Maret 2025 | 17:25 WIB

 

Melatih tari penyandang tunarungu merupakan pengalaman yang tak dilupakan Renata. (DOK PRIBADI)
Melatih tari penyandang tunarungu merupakan pengalaman yang tak dilupakan Renata. (DOK PRIBADI)

RADAR TULUNGAGUNG - Ji.. ro.. lu.. pat.... Terdengar suara hitungan berbahasa Jawa yang diiringi hentakan langkah kaki dari sebuah rumah klasik nan asri di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Dengan penasaran koran ini menghampiri suara yang muncul dari sebuah rumah yang berada di timur pusat kota Tulungaagung.

Baca Juga: Siswa Tunarungu di Tulungagung Bisa Bawakan Tari Tradisional dengan Luwes, Ternyata Ini Rahasianya!

Nampaklah seorang cewek ramah berusia 32 tahun sedang menari dengan penuh penjiwaan di teras depan rumah itu.

"Mangga, silakan masuk. Saya sambi latihan nari," sambut ramah cewek tersebut.

Baca Juga: Menggeluti Seni Tari, Seorang Putri Asal Tulungagung Meraih Prestasi di Dance Sport

Ya, dialah Ammy Aulia Renata Anny, seorang penari bergelar master lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta.

Pengalaman nari cewek Tulungagung ini tidak perlu diragukan lagi. Berkat kemampuannya dia sering dipentaskan nari di beberapa negara di luar negeri.

Baca Juga: Meski Hadapi Stigma Miring, Mia Camilia Tetap Menekuni Seni Tari Tradisional

Menariknya, Renata sapaan akrabnya kini sedang aktif melatih anak-anak muda penyandang disabilitas tunarungu di Tulungagung.

Lantas bagaimana cara Renata bisa mengajarkan tarian pada penyandang disabilitas tunarungu? Sedangkan mereka mendengarpun tidak.

Baca Juga: Momen Spesial, Lingkungan 7 Tampilkan Tari Tumbello

"Mereka memang tidak mendengar, tapi mereka bisa menggunakan rasa," kata Renata sambil tersenyum.

Renata menjelaskan, ada metode khusus yang dibuatnya agar penyandang tunarungu bisa merasakan musik tariannya.

Salah satu caranya mengenalkan tempo musik dengan menyentuh langsung,

Baca Juga: Berikut Makna dari Tari Bedhaya Ambadya Tirta yang Ditarikan di Pendapa Agung Pantai Popoh Tulungagung

"Jadi saya beri gambaran kepada mereka dengan menyentuh atau menepuk-nepuk tubuh mereka. Jika tempo cepat saya tepuk dengan cepat, jika lambat juga saya sesuaikan sentuhan saya" jelasnya.

Renata menjelaskan dengan begitu mereka bisa mengerti bagaimana tempo musik cepat dan lambat, sehingga mereka bisa menangkap dan menyesuaikan.

Baca Juga: Intip Ketelatenan Budi Plandang Melatih Tari ODGJ di Tulungagung

Awalnya Renata sempat kebingungan untuk melatih anak-anak penyandang tuna rungu.

Namun dengan cara pendekatan personal Renata mampu menembus batasan tersebut. Hingga akhirnya bisa menemukan metode yang tepat sesuai dengan keadaan mereka.

Baca Juga: Cerita Wiwin Dwiastuti, Lestarikan Tari secara Turun-temurun

"Kendalanya mereka kebanyakan minder dan cenderung menutup diri," kata Renata

Dia juga menceritakan awal mula memberi materi tari Saman. Karena posisi yang berdekatan dan bisa lebih mudah untuk berkoordinasi antar penari.

Baca Juga: Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu, Intip Kesenian Tiban di Desa Kedungcangkring Tulungagung

Lalu dia memberikan materi tari Nawung Sekar, dan yang terakhir yang lebih sulit tari gambyong.

"Setiap memberi materi tarian selalu saya ceritakan dari etnis mana, karakternya bagaimana. Agar anak-anak paham dengan karakter yang dibawakan," ungkapnya.

Metode yang diajarkan Renata menuai hasil. Anak-anak penyandang disabilitas tunarungu kini bisa memperagakan tarian tradisional.

Terakhir di Februari kemarin murid-murid tunarungu didikan Renata menggelar pentas seni di salah satu SLB di Tulungagung.

Decak kagum dan haru menyelimuti para penonton yang menyaksikan penampilan murid-murid Renata.

Baca Juga: Sendang vs Pucanglaban: Seni dan Budaya atau Pantai Eksotis, Pilih yang Mana?

Renata berpesan sudah saatnya di Tulungagung ini ada ruang apresiasi representatif seni untuk semua kalangan seniman tanpa terkecuali termasuk para seniman disabilitas.

"Saya juga ingin menampilkan teman-teman tunarungu tersebut dalam pementasan besar yang lebih luas jangkauan, tidak hanya kalangan mereka saja. Agar menunjukkan bahwa seni juga bisa menyesuaikan kebutuhan sesuai kondisi senimannya," pungkas Renata. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#menari #tulungagung #tari #tunarungu #pelatih tari #penari