RADAR TRENGGALEK - Perkembangan zaman memberikan tantangan tersendiri bagi Ilma Abidina Cahya untuk menjaga eksistensi batik khas Trenggalek.
Alhasil wanita asal Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek ini harus memutar otak membuat inovasi.
Salah satu inovasi yang ia lakukan adalah mengombinasikan motif khas Trenggalek, seperti cengkeh, dengan ornamen kontemporer agar lebih menarik bagi anak muda.
"Mayoritas pelanggan batik tulis masih didominasi oleh orang tua, tetapi dengan sedikit modifikasi motif, kami berharap bisa menjangkau generasi muda," ungkapnya.
Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Perbedaan Batik Lurik Bhumi Ngrowo asal Tulungagung yangg Asli dan yang Palsu
Wanita ramah tersebut mengatakan, salah satu mempertahankan eksistensi usaha tradisionalnya dengan memasukkan motif tambahan di atas motif lokal yang menjadi ciri khas batik Menak Sopal.
"Mayoritas batik masih disukai orang tua, namun kami mengombinasikan motif batik khas Trenggalek yakni cengkeh dengan berbagai ornamen sehingga bisa disukai anak muda," ujarnya.
Tak hanya berinovasi dalam desain, Ilma juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.
Menyadari bahwa peminat batik di Trenggalek sendiri masih terbatas, ia mulai memasarkan produknya melalui media sosial dan menerima pesanan dari luar kota.
Baca Juga: Musiman, Pedagang Takjil di Pasar Kamulan Trenggalek Meningkat
Dengan cara ini, batik tulis Trenggalek bisa tetap eksis dan dikenal lebih luas.
"Di Trenggalek sendiri peminatnya masih kurang, jadi saya berusaha memasarkan batik melalui media sosial dan mengirim pesanan ke luar kota," terangnya.
Melalui promosi digital, Ilma memperkenalkan berbagai motif khas Trenggalek, salah satunya motif cengkeh, yang mencerminkan kekayaan alam dan sejarah daerah tersebut.
Upaya ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas dan menjaga kelestarian batik tulis Trenggalek agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: PDI Perjuangan Trenggalek Berupaya Lestarikan Kesenian Jaranan Turonggo Yakso, Begini Caranya
Lebih dari sekadar bisnis, bagi Ilma, batik adalah bagian dari sejarah dan identitas yang harus dijaga.
Dengan upaya tak kenal lelah, ia terus membuktikan bahwa batik tulis Trenggalek bukan sekadar warisan, tetapi juga seni yang mampu bertahan di tengah arus zaman.
"Dalam menghadapi perkembangan zaman, saya akan terus memproduksi batik khas Trenggalek. Sehingga para masyarakat bisa menyukai produk Indonesia ini," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana