Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peduli Sesama Perantau, Diraja Dimyani Bantu Pemulangan PMI asal Tulungagung yang Sakit

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 14 Maret 2025 | 02:04 WIB
Peduli sesama perantau, Diraja Dimyani membantu pemulangan PMI yang tengah sakit
Peduli sesama perantau, Diraja Dimyani membantu pemulangan PMI yang tengah sakit

Rasa manusiawi membuat Diraja Dimyani memutuskan untuk membantu pemulangan Darul Fatoni pekerja migran asal Tulungagung yang mengalami stroke di perantauan di Malaysia. Diketahui Darul Fatoni telah merantau di Malaysia sudah selama 10 tahun lebih.

MATLAUL NGAINUL AZIZ, Radar Tulungagung - Menjunjung tinggi rasa persaudaraan di tanah perantauan sangat diugemi oleh Diraja Dimyani pria asal Kecamatan Rejotangan Tulungagung.

Dengan rasa solidaritas tersebut, Diraja Dimyani membantu seorang perantau asal Tulungagung yang sedang sakit untuk pemulangan ke Tulungagung.

Awalnya Diraja Dimyani mendapat kabar adanya seorang pekerja migran asal Tulungagung yang tengah dalam kondisi sakit. Dimana pekerja migran tersebut mengalami stroke dengan separuh badannya tidak dapat digerakkan.

Mendapat kabar tersebut, pria asal Kecamaran Rejotangan ini memutuskan untuk menjenguk pekerja migran lantaran sesama perantauan. Diketahui Darul Fatoni pekerja migran yang tengah sakit itu sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Malaysia.

"Ya karena rasa manusiawi sebab sesama orang Tulungagung yang merantau di Malaysia. Menurut saya ini adalah sebuah solidaritas sesama orang Tulungagung di perantauan," jelasnya kemarin (13/03).

Setelah menengok Darul Fatoni di rumah sakit, dia pun terkejut dengan kondisinya yang tengah menderita stroke dengan separuh badan tidak dapat digerakkan lagi. Hal ini membuatnya tergerak untuk membantu memulangkan Darul Fatoni ke Tulungagung.

Namun, niat baik Diraja Dimyani untuk membantu memulangkan pekerja migran yang tengah sakit tersebut tidaklah mudah. Sebab, Darul Fatoni terpaksa mengurus beberapa berkas persyaratan yang cukup rumit.

"Posisinya di sana itu tidak punya keluarga, akhirnya terpaksa saya yang harus mengurus itu semua termasuk rutinitas perawatannya. Visanya itu sudah mati bulan November 2024, jadi kalau sudah melawati masa berlaku sudah termasuk overstay," ucapnya.

Kemudian untuk memulangkan Darul Fatoni ini pun, Diraja Dimyani terpaksa membayar denda overstay tersebut. Tak hanya itu, proses pemulangan pun harus ada pendamping yang mendampingi Darul Fatoni saat pulang ke tanah air.

Pihaknya pun sempat terfikir untuk meminta sesama perantauan dari Tulungagung untuk ikut membantu proses pemulangan Darul Fatoni. Namun, karena masih dalam suasana ramadan, pihaknya enggan untuk melakukan hal itu.

"Ya karena saat ramadan semuanya butuh uang lebih untuk kirim ke keluarga. Jadi saya enggan untuk melakukan itu," paparnya.

Diketahui Diraja Dimyani sempat meminta bantuan KBRI dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia. Namun akibat efesiensi, pemerintah pun tidak sanggup untuk membantu secara biaya dalam proses pemulangan Darul Fatoni.

"Karena ada program pemerintah tentang penghematan anggaran itu berujung tidak adanya dana untuk proses pemulangan," ungkapnya.

Diraja Dimyani harus merogoh kocek sebesar 8.500 ringgit untuk proses pemulangan Darul Fatoni ke Tulungagung. Dimana apabila dikonversikan ke rupiah, ada sekitar Rp 27 juta.

"Itu termasuk pembayaran di rumah sakit dan pembayaran denda ke imigrasi Malaysia serta tiket pesawat," pungkasnya.

Diraja Dimyani pun berpesan, apabila ingin merantau seharusnya mengurus administrasi dengan benar sehingga apabila terjadi sesuatu yang tidak terduga dapat segera menemukan solusi.(ziz)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#tulungagung #Rantau #pekerja migran #perantau #Pmi Tulungagung